Berita Pangkalpinang

Tolak Penetapan 0,2 Mil, PHRI Babel Ingatkan Soal Pariwisata

PHRI Babel berharap agar sektor pariwisata dan daerah tangkapan nelayan harus jauh dari sektor pertambangan.

Tolak Penetapan 0,2 Mil, PHRI Babel Ingatkan Soal Pariwisata
bangkapos.com/dedy q
Suasana konsultasi publik dokumen antara RZWP3K di ruang Pasirpadi, Kantor Gubernur, Jumat (20/9/2019). 

BANGKAPOS.COM, BANGKA--Sumin selaku perwakilan PHRI Babel mengingatkan, bahwa penyusunan raperda RZWP3K Babel agar tidak mengenyampingkan usaha di dunia pariwisata.

Hal tersebut diungkapkannya dalam Konsultasi publik mengenai RZWP3K Bangka Belitung (Babel), Jumat (20/9).

PHRI Babel berharap agar sektor pariwisata dan daerah tangkapan nelayan harus jauh dari sektor pertambangan.

"Kalau setelah itu masuk zona pertambangan dimana lagi wajah Bangka yang dikenal sebagai kawasan pariwisatanya?" kata Sumin, dalam rilis yang diterima bangkapos.com, Minggu (22/9).

Hal ini diutarakannya, lantaran dalam draft penyusunan sementara RZWP3K itu mencantumkan adanya batas yang ditetapkan 0,2 mil atau kurang lebih 320 meter dari pesisir jika dihitung 1 milnya sama dengan 1.600 meter.

"Jelas kami menolak di daerah pariwisata Sungailiat ditetapkan 0,2 mil, dan setelah itu pertambangan. Seharusnya kan itu daerah kawasan pariwisata, sudah dari dulu kok nenek moyang kita liburan di situ. Belum lagi di sekelilingnya itu banyak tangkapan nelayan juga," tukasnya.

Pihaknya berharap susunan dokumen antara RZWP3K ini dapat dikaji kembali secara objektif.

PHRI Babel juga menyesalkan tidak dilibatkan dalam pembahasan RZWP3K ini.

"Kami minta dikaji kembali, jangan sampai mengenyampingkan dunia pariwisata. Karena wajah pariwisata Pulau Bangka itu adalah kawasan pantai di Sungailiat itu, jadi apalagi yang mau kita pamerkan pariwisata Bangka ini," pungkasnya. (*)

Penulis: Iwan S (Wan)
Editor: khamelia
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved