Berita Bangka Tengah

Apri Panzupi, Mantan Pedagang Dawet dan Sopir Angkot Sukses Terpilih Jadi Anggota Dewan Dua Periode

Jalan hidup seseorang tak ada yang dapat menduganya, dulu bukan siapa-siapa, bisa jadi nanti dianggap penting karena suratan nasibnya.

Apri Panzupi, Mantan Pedagang Dawet dan Sopir Angkot Sukses Terpilih Jadi Anggota Dewan Dua Periode
Bangkapos.com/Muhammad Rizki
Anggota DPRD Bateng, Apri Panzupi 

BANGKAPOS.COM-- Jalan hidup seseorang tak ada yang dapat menduganya, dulu bukan siapa-siapa, bisa jadi nanti dianggap penting karena suratan nasibnya.

Begitulah yang dialami Apri Panzupi, Anggota DPRD Kabupaten Bangka Tengah (Bateng) 2014-2019 dan 2019-2024. Apri yang terlahir dari keluarga biasa, bahkan jauh dari kata terpandang dari segi ekonomi menghabiskan masa kecilnya dengan kerja keras.

Ia sudah ditinggal  sang ayah tercinta yang meninggal dunia, sejak umur dua tahun. Untuk itu Apri, sudah giat bekerja membantu sang ibu yang sekaligus merangkap sebagai seorang ayah untuk bekerja mencari rezeki demi kebutuhan sehari-hari.

Sejak duduk di Sekolah Dasar (SD) Apri giat membantu ibunya untuk berjualan kue, kue-kue buatan ibunya ia bawa menggunakan tampah yang diletakan di atas kepalanya untuk dititipkan di warung-warung sembari menuju ke sekolah.

"Saya ingat betul dulu pernah bawa donat tapi kepagian dan dikerjar anjing, sampai semua kue buatan ibu terjatuh," ungkap Apri, Senin (23/9/2019) tertawa lepas mengingat perjuangan masa kecilnya.

Jika anak seusianya bisa bermain selepas sekolah, namun tidak dengan Apri, selepas sekolah ia masih harus membantu ibunda tercinta untuk berjualan dawet keliling kampung.

Didikan keras sang ibu membuat Apri tumbuh menjadi seorang pemuda yang cerdas, tanggap, pekerja keras, dan peduli dengan hal-hal yang berada di sekitarnya.

Namun Apri tidak dapat melanjutkan studi S1-nya di Kota Kembang Bandung  disebabkan keterbatasan biaya. Selain itu karena kepeduliannya terhadap situasi di sekitarnya, membuat Apri yang pada tahun 2003 kembali ke Bangka Tengah. Dia merasa terusik dengan ketiadaan angkutan kota di Ibu Kota Kabupaten Bateng, Koba.

"Saya dulu berpikir bahwa Koba ini ibu kota kabupaten, dan satu diantara citra ibu kota itu harus ada angkutan umum sebagai fasilitas publik," tegas Apri.

Berbekal keinginan kuatnya tersebut, ia pun berdiskusi dengan satu diantara koleganya yang merupakan seorang pengusaha di Bateng tentang rencananya untuk membuat persatuan kendaraan angkutan kota.

Halaman
12
Penulis: Muhammad Rizki
Editor: nurhayati
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved