Breaking News:

DP2KBP3A Bangka Siapkan Psikolog Bantu Pulihkan Kejiwaan Korban Sodomi

Kasus sodomi yang baru saja terjadi di Sungailiat Bangka memancing perhatian berbagai kalangan. Pihak Kantor Dinas Pengendalian Penduduk

bangkapos.com/ferylaskari
Tersangka AS alias AN (20), Warga Sungailiat, tersangka sodomi pada bocah laki-laki usia sembilan tahun ditangkap Polsek Sungailiat, Minggu (22/9/2019). 

DP2KBP3A Bangka Siapkan Psikolog Bantu Pulihkan Kejiwaan Korban Sodomi

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Kasus sodomi yang baru saja terjadi di Sungailiat Bangka memancing perhatian berbagai kalangan.

Pihak Kantor Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Pemkab Bangka, menyiapkan psikolog untuk memulihkan traumatis kejiwaan korban.

Hal ini ditegaskan oleh Kepala DP2KBP3A Bangka, Nurita diwakili Sekretaris DP2KBP3A, Boy Yandra kepada Bangka Pos, Senin (23/9/2019).

"Dinas DP2KBP3A Bangka akan melakukan pendampingan terhadap korban akibat trauma yang dialaminya dan akan kita siapkan psikolog untuk korban," kata Boy terkait kasus sodomi yang terjadi siang kemarin.

Tim DP2KBP3A Bangka kata Boy, bakal mendatangi korban guna melakukan rencana yang dimaksud. Tentunya tim melibatkan psikolog yang ditunjuk pihak dinas terkait.

"Kita akan mendatangi rumah korban dengan tim dan akan melalakukan asesmen yang terbaik bagi anak ini (korban)," katanya.

Sementara itu, pihak DP2KBP3A selama ini telah melakukan sejumlah sosialisasi. Sasaran sosialisasi khususnya bagi anak-anak atau pelajar sekolah dasar (SD) di Kabupaten Bangka. Saat sosialisasi, tim menyampaikan tips agar terhindar pada kekerasan seksual seperti yang sudah terjadi.

"Tips-tips agar seorang anak terhindar dari pelecehan dan kekerasan seksual salah satunya bagaimana agar anak bisa menghindar dari situasi yang berbahaya bagi dirinya. Orang tua juga harus bicara soal bagian tubuh sejak dini, ajari batas-batas tubuh anak yang tidak boleh diganggu," kata Boy.

Selain itu katakan kepada anak tidak boleh mengambil gambar bagian pribadi agar anak keluar dari situasi menakutkan. "Yang paling penting oranagtua harus membuka komunikasi yang baik dengan anak, apapun yang terjadi harus dibilang," kata Boy

Penulis: Fery Laskari
Editor: Evan Saputra
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved