Breaking News:

Soal Kasus Sodomi di Sungailiat, Zubaidah Sebut Masyarakat Harus Peduli Lingkungan Sekitar

Ketua LSM Perlindungan dan Pemberdayaan Hak-Hak Perempuan (P2H2P) Provinsi Bangka Belitung, Zubaidah, berkomentar terkait kasus sodomi

dok bangka pos
Ketua P2H2P Provinsi Bangka Belitung, Zubaidah 

Soal Kasus Sodomi di Sungailiat, Zubaidah Sebut Masyarakat Harus Peduli Lingkungan Sekitar

BANGKAPOS.COM,BANGKA -- Ketua LSM Perlindungan dan Pemberdayaan Hak-Hak Perempuan (P2H2P) Provinsi Bangka Belitung, Zubaidah, berkomentar terkait kasus sodomi yang terjadi terhadap anak di Kabupaten Bangka.

Menurutnya perlu penanganan dan pemeriksaan kesehatan dilakukan dalam upaya menanggulangi kasus sodomi yang terjadi terhadap anak tersebut.

"Penanganan pasca kejadian terhadap sodomi anak, pelaku yang merupakan residivis ini, kalau yang pernah saya tangani kejadian di Pangkalpinang, tanyakan dengan pelaku suka melakukan seks bebas tidak, kita khwatir ada penyakit kelamin, bila dia sering seks bebas, tidak kemungkinan ada HIV/Aids sehingga seharusnya anak-anak yang menjadi korban harus diperiksa apakah terinpeksi dari pelaku ada penyakitnya tidak," kata Zubaidah Kepada wartawan, Senin (23/9/2019).

Selain itu, tambahnya, tidak cukup dengan penanganan itu saja, namun ada penanganan lainya, terutama masalah mental supaya menghilangkan traumatik atas perbuatan yang korban terima.

"Kita tidak tahu apa pelaku ini juga mantan korban sodomi, sehingga membuat persoalan yang tidak bisa berhenti disini. Korban sodomi bisa saja menjadi pelaku juga, sehingga perlu perhatian orangtua, karena ia anak yatim, tinggal Ibu, harus membuatnya merasakan jangan seperti diasingkan dan di istimewakan tetapi dorongan agama, biar lambat laun ia melupakan, jangan sampai ia bertemu dengan sama sama korban, makan akan menjadi semacam momok untuk orang sekitarnya,"lanjutnya.

Ia menegaskan, terjadinya kasus ini karena kurang kepedulianya masyarakat sekitar yang melihat kasus tersebut, menurutnya warga harus peka dan mencegah perbuatan asusila terjadi terhadap anak anak.

"Saya menyarankan sudah tahu apabila ada yang membawa anak, masyarakat harus peka, bila melihatnya kemana pelaku membawa anak itu di ikutilah tidak ada rasa peduli inilah timbul kasus baru, masyarakat harus peduli terhadap lingkungan sekitarnya tidak, bila tidak peduli banyak kejahatan akan timbul, sehingga perlu kesadaran dan tahu bahaya kekerasan seksual yang terjadi bukan pada anak laki tetapi juga perempuan,"tegasnya.

Sementara untuk data sendiri, Zubaidah mengatakan baru kali ini terjadi, banyak data di mereka terkait kasus pelecehan dan perkosaan saja.

"Tentunya untuk pemerintah sudah memiliki regulasi sendiri yaitu dengan adanya undang-udang perlindungan anak,yang diperlakukan khusus untuk kepentingan anak-anak,"ungkapnya.

(Bangkapos/Riki Pratama)

Penulis: Riki Pratama
Editor: Evan Saputra
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved