Tingkatkan Kinerja Pembangunan, Perangkat Daerah Didorong Untuk Berinovasi

"Kami berharap untuk perencanaan di tahun 2021 sudah muncul Program dan Kegiatan yang sifatnya inovatif,

Tingkatkan Kinerja Pembangunan, Perangkat Daerah Didorong Untuk Berinovasi
Bappeda Prov. Babel
Forum Diskusi dan Sosialisasi Penguatan Inovasi Daerah Serta Daya Saing Daerah di Prov. Kep. Babel, di ruang Rapat Tanjung Pesona, Kantor Gubernur Kep. Babel, Senin (23/09). 

BANGKAPOS.COM-- Perangkat Daerah (PD), baik itu di Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung dan Kabupaten/Kota didorong untuk membuat terobosan dalam bentuk inovasi pada saat menyusun program dan kegiatan.

Inovasi inilah yang diharapkan dapat meningkatkan kinerja pembangunan yang, berujung pada meningkatkannya kesejahteraan masyarakat.

Menurut Sekretaris Bappeda Babel Joko Triadhi, Inovasi yang dilakukan Perangkat Daerah di Pemprov Kepulauan  Babel cenderung minim, padahal PD diwajibkan menciptakan minimal dua inovasi setiap tahunnya, seperti yang tertuang pada Perjanjian Kinerja Kepala Perangkat Daerah.

"Kami memberikan apresiasi kepada Kabupaten/Kota, terutama untuk Kabupaten Bangka dan Kabupaten Bangka Tengah yang aktif dan sering meraih penghargaan di tingkat nasional terkait inovasi," ungkap Joko Triadhi pada saat Forum Diskusi dan Sosialisasi Penguatan Inovasi Daerah Serta Daya Saing Daerah di Provinsi Kepualauan Bangka Belitung, di ruang Rapat Tanjung Pesona, Kantor Gubernur Babel, Senin (23/9/2019).

Minimnya Inovasi yang dilakukan PD Pemprov Babel juga dikeluhkan pihak DPRD pada saat pembahasan Anggran. Menurut Joko Triadhi, pihak DPRD menganggappProgram dan kegiatan yang disusun PD cenderung hal yang rutin dan biasa-biasa saja, tidak ada Program dan Kegiatan yang mampu menciptakan lompatan-lompatan.

"Kami berharap untuk perencanaan di tahun 2021 sudah muncul Program dan Kegiatan yang sifatnya inovatif, yang dapat dengan cepat mengakselerasi pembangunan dan meningkatkan daya saing Bangka Belitung, yang ujungnya dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat kita," ungkapnya.

Terkait minimnya program dan kegiatan yang inovatif, menurut Joko Triadhi dapat dilakukan dengan mengandeng BKPSDMD Babel yang menyelenggarakan Diklat Kepemimpinan. Pada saat Diklat Kepemimpinan, peserta diwajibkan untuk menciptakan program dan kegiatan yang inovatif.

"Inovasi dari peserta terbaik dapat kita adopsi dan kita angkat sebagai inovasi daerah untuk mendukung kebijakan kita, namun perlu dibungkus dengan kemasan yang menarik," kata Joko Triadhi pada saat rapat.

Pada kesempatan yang sama, Peneliti Madya Bidang Bisnis dan Manjemen BPP Kemendagri Herie Saksono menekankan pentingnya kolaborasi dan kerjasama dalam berinovasi. Kolaborasi dilakukan dengan mengandeng kelompok Perguruan Tinggi serta Kelompok Individu, Keluarga dan Masyarakat.

"Banyak sekali inovasi yang dilakukan oleh kedua kelompok ini, pemda harus bekerjasama dengan Perguruan tinggi, ini yang dilakukan oleh Provinsi Jawa Barat, dimana mereka bekerjasama dengan Perguruan Tinggi yang memiliki banyak paten, ini berkaitan dengan Indeks Inovasi Daerah," ungkap Herie Saksono.

Inovasi sendiri menurut Herie Saksono dapat dibagi menjadi lima kelompok. Pertama, inovasi administrasi, kedua inovasi manajemen, ketiga inovasi kebijakan, keempat inovasi sosial dan kelima inovasi teknologi.

"Inovasi itu dimulai dari 3I, pertama Inspiring, anda berinspirasi dulu, kedua anda berimajinasi, setelah itu ketiga berinovasi. Anda tidak dapat berinovasi bila kemampuan berinspirasi dan berimajinasi, itulah yang harus diakselerasikan dulu," ungkapnya. (Bappeda/Rizky)

Editor: nurhayati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved