Berita Pangkalpinang

BPN Proses 1.000 Bidang Aset Tanah dan Jalan Milik Pemkot Pangkalpinang untuk Disertifikatkan

Kepala Kantor BPN Pangkalpinang Isnu Baladipa mengatakan, saat ini jajarannya telah mensertifikatkan sedikitnya 500 berupa aset tanah dan jalan

BPN Proses 1.000 Bidang Aset Tanah dan Jalan Milik Pemkot Pangkalpinang untuk Disertifikatkan
Tribun Jambi
Ilustrasi Sertifikat Tanah 

BANGKAPOS.COM-- Kepala Kantor BPN Pangkalpinang Isnu Baladipa mengatakan, saat ini jajarannya telah mensertifikatkan sedikitnya 500 berupa aset tanah dan jalan milik Pemerintah Kota Pangkalpinang.

Meski demikian, masih ada 1.000 bidang aset berupa tanah dan jalan yang telah diajukan untuk disertifikatkan, dan tengah dalam proses.

Isnu mengatakan, proses dilaksanakan secara bertahap. "Ini dalam tahap pengukuran, identifikasi, dan sedang dalam proses,"  jelas Isnu pada konferensi pers seusai upacara peringatan Hari Agraria dan Tata Ruang Nasional ke-59 di Kanwil BPN Babel, Selasa (24/9/2019).

Kepala Kanwil Badan Pertahanan Nasional (BPN) Kepulauan Bangka Belitung Agus Sutanto mengatakan, seluruh kantor BPN di Babel telah menandatangani perjanjian kerja sama (PKS) dengan pemerintah daerah yang ada di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

"Kami bersepakat untuk melakukan percepatan atau memberikan prioritas dalam pendaftatan tanah-tanah milik pemda. Bukan hanya pendaftaran saja, tetapi juga termasuk identifikasi permasalahan-permasalahan yang ada di sana, termasuk apakah ada yang dikuasai masyarakat," ungkap Agus

Dia menjelaskan, terkadang pemerintah daerah juga sering tidak tahu pasti ada di mana dan berapa bidang aset tanah dan jalan mereka. Persoalan seperti ini kerap terjadi di kabupaten/kota lainnya di Babel.

Karena itu pihaknya masih perlu mengidentifikasi, seperti luas dan batas-batas sejumlah aset, khususnya berupa jalan.

"Di Pangkalpinang itu kalau aset tanah pemdanya saja, mungkin sudah 80 persen. Tetapi ketika dimasukkan aset berupa jalan, maka persentase aset yang sudah disertifikatkan akan di bawah 50 persen," kata Agus.

Pensertifikasian aset berupa tanah dan jalan milik Pemda ini diketahui merupakan rekomendasi Komisi Pemberantasan Korupsi. Agus menyatakan, BPN berkomitmen membantu Pemda untuk menjaga aset mereka.
"Karena kalau sampai hilang itu termasuk kategori menghilangkan kekayaan negara," ucapnya.

Terpisah, Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Kepulauan Bangka Belitung Yulizar Adnan mengatakan, jajarannya tengah berupaya untuk menserifikatkan semua aset tanah dan jalan milik Pemprov Babel. Upaya ini terus dilakukan secara bertahap.

"Kami siapkan dananya (untuk sertifikasi ini). Ini untuk pengamanan aset. Kadang-kadang ada tanah milik pemda yang dicaplok-caplok oleh orang yang bertanggung jawab," ungkap Yulizar, Selasa (24/9/2019).     (Bangkapos.com/Dedy Qurniawan)

Penulis: Dedy Qurniawan
Editor: nurhayati
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved