Berita Sungailiat
Dinkes Bangka Survey Penyakit Kecacingan di Sekolah Dasar, Ini Dampak Bahaya Anak Cacingan
Dinas Kesehatan Kabupaten Bangka difasilitasi oleh Kementrian Kesehatan akan menggelar survei kecacingan pada anak Sekolah Dasar
Penulis: Riki Pratama | Editor: khamelia
BANGKAPOS.COM--Dinas Kesehatan Kabupaten Bangka difasilitasi oleh Kementrian Kesehatan akan menggelar survei kecacingan pada anak Sekolah Dasar kelas 3,4 dan 5 di wilayah kerja Puskesmas se-Kabupaten Bangka yang terpilih melalui random sampling.
Penyakit cacingan yaitu Ascaris Lumbricoides (Cacing Gelang), Trichiura (Cacing Cambuk) dan Ancylostoma Duodenale, Americanus (cacing tambang). Keempat spesies cacing tersebut dimasukkan dalam klarifikasi penyakit cacingan yang dapat ditularkan melalui tanah/ Soil Transmitted Helminths (STH).
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bangka, Then Suyanti, mengatakan penyakit STH dapat mengakibatkan kondisi kesehatan gizi, kecerdasan dan produktivitas, kecacingan juga dapat menyebabkan kehilangan karbohidrat dan protein serta kehilangan darah sehingga menurunkan kualitas sumber daya manusia.
Selain itu kecacingan dapat mempengaruhi asupan (intake), pencernaan (digestive), penyerapan (absorbsi) dan metabolisme makanan.
"Secara kumulatif infeksi cacingan atau cacingan dapat menimbulkan kerugian terhadap kebutuhan zat gizi karena kurangnya kalori dan protein serta kehilangan darah, selain dapat menghambat perkembangan fisik, kecerdasan dan produktifitas kerja dapat menurunkan ketahanan tubuh sehingga mudah terkena penyakit lama," ungkap Then, Selasa (24/9/2019).
Ia mengungkapkan untuk mencegah terjadinya Stunting perlu untuk melakukan penyelenggaraan penanggulangan cacingan melalui kegiatan surveilans cacingan dalam bentuk kegiatan survei penelitian cacingan pasca POPM (Pemberian Obat Pencegahan Masal) kecacingan.
"Kiita harap dapat diketahui prevalensi cacingan di Kabupaten Bangka sehingga mendapatkan gambaran tentang bagaimana potensi Transmisi cacingan dan langkah penanggulangan secara tepat, Kabupaten Bangka sebagai lokus intervensi stunting," ungkapnya.
Ia menambahkan pihaknya sudah melaksanakan kegiatan pemberian obat pencegahan masal (POPM) kecacingan pada anak usia 1-12 tahun di bulan Februari dan Agustus 2019 dengan hasil baik yaitu diatas 75 persen anak minum obat cacing.
"Harapankita bersama kegiatan survei kecacingan yang kita dilaksanakan berjalan dengan baik dan mendapatkan hasil yang baik sesuai dengan harapan kita bersama," lanjutnya.
(Bangkapos/Riki pratama)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/dinas-kesehatan-kabupaten-bangka.jpg)