Begini Kata Lurah Sungailiat Soal Biaya Operasi dan Perawatan Korban Sodomi
Hari ini, korban sodomi rencananya keluar dari Rumah sakit Medika Stania Sungailiat Bangka. Bocah malang, berstatus anak yatim
Begini Kata Lurah Sungailiat Soal Biaya Operasi dan Perawatan Korban Sodomi
BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Hari ini, korban sodomi rencananya keluar dari Rumah sakit Medika Stania Sungailiat Bangka.
Bocah malang, berstatus anak yatim yang tinggal d sebuah lingkungan di Kecamatan Sungailiat Bangka itu telah menjalani operasi kecil pada anusnya, setelah dicabuli Tersangka AS alias AN (20).
Lurah Sungailiat, Heru Dwi Prima kepada Bangkapos.com, Rabu (25/9/2019) mengatakan, Pemkab Bangka telah berupaya mengusulkan pembayaran pengobatan korban melalui program BPJS gratis atau PBI. Namun tentunya upaya ini harus melalui proses dan mekanisme serta butuh waktu.
"Kalo upaya pemerintah sekarang sudah mengusulkan untuk BPJS gratis (PBI). Kemudian juga sudah diusulkan untuk korban dan adik-adik korban (sekolah SD) dapat bantuan dana BOS juga, itu semua sudah diusulkan," kata Heru.
Sedangkan mengenai biaya pembayaran operasi kecil dan rawat inap beberapa hari selama korban di Rumah Sakit Medika Stania Sungailiat, menurut Heru juga diupayakan melalui berbagai cara, termasuk melibatkan pihak kepolisian sektor setempat.
"Nah, untuk uang keluar dari rumah sakit, kami pihak Pemda ada dana Program SEMARI (sedekah lima ratus sehari) dan juga kami berkoordinasi dengan Kapolsek Sungailiat untuk cari bantuan dari donatur-donatur. Korban juga dibantu oleh Bang Reka (Kanit Reskrim Polsek Sungailiat)," kata Heru mengaku telah menelpon pihak yang peduli untuk membantu biaya operasi dan perawatan korban.
(Bangkapos.com/ferylaskari)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bangka/foto/bank/originals/lurah-sungailiat-heru-dwi-prima_20181001_204625.jpg)