Gara-Gara Proyek PJU Senilai Rp 2,9 M, Giliran Hidayat Dijebloskan ke Rutan

Setelah menjalani pemeriksaan hampir 5 jam, tersangka Hidayat akhirnya keluar dari ruang pemeriksaan Pidsus Kejaksaan Tinggi Bangka Belitung

BANGKAPOS.COM,BANGKA - Setelah menjalani pemeriksaan hampir 5 jam, tersangka Hidayat akhirnya keluar dari ruang pemeriksaan Pidsus Kejaksaan Tinggi Bangka Belitung (Kejati Babel) dengan kawalan ketat petugas dan langsung digiring ke dalam mobil operasional Pidsus guna dibawa ke Rutan Tuatunu Pangkalpinang, Rabu (25/9/2019).

Saat sedang digiring ke dalam mobil operasional sempat disaksikan langsung oleh Kasidik Kejati Babel, Himawan SH MH, saat itu terdakwa (Hidayat) tampak terlihat menunjukan wajah cukup tenang meski kedua tangannya dalam kondisi diborgol.

Pria berperawakan potongan rambut cepak ini melangkah cukup cepat saat digiring petugas masuk ke dalam mobil.

Kasi Penyidik (Kasidik) Pidsus Kejati Babel, Himawan SH MH melalui Kasi Penerangan Hukum (Penkum) Kejati Babel Roy Arland SH MH mengatakan jika saat ini pihaknya melakukan penahahan terhadap tersangka lainnya yakni Hidayat.

"Hari ini telah ada surat perintah penahanan atas nama H' selaku direktur PT Niko Pratama Mandiri (NPM -- red)," kata Roy.

Ia menerangkan singkat jika keterlibatan Hidayat sesungguhnya selaku ditektur utama PT NPM yang telah melakukan tanda tangan kontrak dengan intansi ESDM Provinsi Babel.

Sementara Kasidik Pidsus Kejati Babel, Himawan SH MH saat disinggung wartawan terkait status seorang tersangka lainnya yakni Suranto Wibowo (mantan Kadis ESDM Provinsi Babel) yang terlibat dalam perkara/kasus yang sama. 

Himawan menegaskan jika tersangka ini (Suranto Wibowo) saat ini sedang sakit sehingga pihaknya menunda untuk melakukan penahanan terhadap tersangka (Suranto Wibowo).

Sebagaimana diketahui terkait kasus tipikor ini penyidik Pidsus Kejati Babel sampai saat ini baru menetapkan sedikitnya 3 orang tersangka yakni Chandra, Hidayat & Suranto Wibowo.

Pihak penyidik Pidsus Kejati Babel telah menetapkan para tersangka itu lantaran kegiatan proyek PJU di dua kabupaten (Belitung & Beltim) tahun anggaran 2018 senilai Rp 2,9 M diduga telah merugikan keuangan negara.

(Bangka Pos/Ryan A Prakasa)

Penulis: ryan augusta
Editor: Tomi
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved