Harga Tanah di Belitung Rp 10 Juta per Meter, di Luar Area Pantai Berkisar Rp 2-5 Juta per Meter

Harga tanah di pulau Belitung tepatnya di daerah pesisir pantai ada yang mencapai Rp 10 juta per meter

Harga Tanah di Belitung Rp 10 Juta per Meter, di Luar Area Pantai Berkisar Rp 2-5 Juta per Meter
Kompas.com/BARRY KUSUMA
Pantai Tanjung Tinggi di Desa Ciput, Kecamatan Sijuk, Kabupaten Belitung, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Kabar harga tanah di Pulau Belitung melonjak tinggi bukan isapan jempol belaka.

Hal ini beriringan dengan pesatnya peningkatan pariwisata Belitung.

Berdasarkan peta klaster Zona Nilai Tanah (ZNT) yang dikeluarkan Badan Pertanahan Nasional (BPN), harga tanah di dekat pantai, mulai dari Tanjungpendam hingga Tanjungtinggi saat ini bisa menembus Rp 10 juta per meter.

"Memang sangat mahal, kalau di sekitar Tanjungpendam sampai Tanjungtinggi itu sudah ada yang mencapai Rp 10 juta per meter, kalau tanah itu punya akses langsung ke pantai," kata Agus Kepala Kanwil Badan Pertanahan Nasional (BPN) wilayah Kepulauan Bangka Belitung Agus Sutanto, Selasa (24/9/2019)

Dia menjelaskan, peta klaster ZNT ini dibuat berdasarkan survei primer kondisi real di lapangan dan peruntukkannya dalam tata ruang wilayah. ZNT ini bisa digunakan sebagai dasar informasi ketika seseorang ingin membeli tanah.

Pemerintah daerah juga bisa menggunakannya menetapkan Bea Perolehan Hak Atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) dan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB).

Lama Pisah, Nia Daniaty Enggan Komentari Masalah Mantan Suami yang Dinilai Sering Tuai Sensasi

"Kalau yang di luar akses ke pantai, ada yang kisarannya Rp 2 juta sampai Rp 3 juta per meter, bahkan ada yang Rp 5 juta. Ini tergantung peruntukkannya dalam tata ruang, kalau untuk pariwisata, harganya akan lebih mahal," ujarnya.

Agus tak memungkiri jika kemudian Pemda menetapkan besaran tarif BPHTB dan PBB tinggi, maka masyarakat keberatan untuk membayar. Hal ini kemudian berimbas pada program BPN untuk membuat sistem data pertanahan yang lengkap. Jika masyarakat keberatan, maka program tersebut juga jadi terhambat.

"Saat ini, tanah di kawasan itu belum seluruhnya bersertifikat. Sebagian masih milik masyarakat. Jadi kalau didaftarkan memang akan terkena BPHTB dan PBB dalam hal Pemkabnya tidak memberikan keringanan," kata Agus.

Dia berharap, Pemda bisa memberikan kebijakan untukbmeringankan bagi warga yang mensertifikatkan tanah mereka untuk pertama kalinyam di beberapa daerah, seperti Bangka Tengah dan Bangka Barat, pemda disana menggratiskan BPHTB ketika warga mensertifikatkan tanah mereka.

Buntu INFO CPNS 2019? Segera Buka Artikel Ini Lengkap Kuota Formasi hingga Jadwal Tes

"Tetapi di Belitung, itu tidak. Jadi kebijakan ini tergantung kebijakan Pemda. Kami mendorong Pemda untuk memberikan kemudahan kepada masyarakat untuk mendaftarkan tanah mereka intuk pertama kalinya. Karena kami perlu membangun sistem data pertanahan yang lengkap," ucapnya.

Sosiolog Univerisitas Bangka Belitung, Luna Febriani mengatakan, mencuatnya harga tanah di Pulau Belitung, tidak dapat dilepaskan dari pengembangan sektor pariwisata di pulau tersebut. Peluang ini kemudian dilirik dan dimanfaatkan pemilik modal dan investor untuk dapat mengembangkan usaha mereka yang berhubungan dengan bidang pariwisata.

"Ini terlihat dari banyaknya pembangunan yang digalakkan seperti pembangunan hotel, usaha UMKM baik kuliner maupun oleh-oleh, serta jasa-jasa pariwisata lainnya seperti jasa tour dan travel di Pulau Belitung. Sementara itu, dampak langsung yang dapat dirasakan adalah meningkatnya harga jual maupun harga beli tanah di Pulau Belitung, terutama lahan-lahan di daerah strategis dan daerah pengembangan pariwisata," beber Luna. (deq)

Editor: ediyusmanto
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved