Berita Pangkalpinang

Pengepul Sebut Warga Pangkalpinang Ramai Beli Lada untuk Investasi

Masyarakat Pangkalpinang menjadikan lada sebagai komoditas simpanan atau bahan investasi.

Pengepul Sebut Warga Pangkalpinang Ramai Beli Lada untuk Investasi
bangkapos.com/Edwardi
Pedagang pengepul lada Asen sedang melayani pembeli lada di kiosnya yang membeli lada untuk disimpan sebagai bahan investasi. 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Rendahnya harga lada di tingkat pedagang pengepul Kota Pangkalpinang saat ini hanya Rp 47.000 per kg memang dirasakan sangat memukul semangat hidup para petani.

Apalagi biaya produksi lada 1 kg lada bila dihitung saat ini Rp 80.000 per kg, sehingga harga jual lada saat ini dirasakan merugikan para petani.

Rendahnya harga lada ini karena dipengaruhi harga jual lada di pasaran dunia yang juga anjlok akibat banyaknya pasokan lada dari negara Vietnam yang menguasai pasaran dunia.

Di sisi lain sutuasi ini rupanya dimanfaatkan sebagian masyarakat Kota Pangkalpinang lainnya untuk menjadikan lada sebagai komoditas simpanan atau bahan investasi.

Hal ini terlihat saat bangkapos.com memantau transaksi jual beli lada di kios pedagang pengepul lada milik Asen di Jalan Soekarno Hatta Kota Pangkalpinang, Rabu (25/09/2019) siang.

"Saat ini memang banyak warga Pangkalpinang yang membeli lada untuk disimpan atau bahan investasi untuk dijual lagi saat harga lada naik," kata Asen.

Diakui Asen, harga lada saat ini memang rendah dan merugikan para petani lada, namun di sisi lain para petani membutuhkan uang untuk biaya hidup sehari-hari sehingga terpaksa harus menjual lada hasil panen kebunnya.

"Para petani yang menjual lada saat ini bisa dikatakan jual rugi dan terpaksa karena perlu biaya hidup sehingga tidak ada pilihan lain menjual ladanya sedikit-sedikit saja," ujar Asen.

Diakui Asen, bagi warga lain yang memiliki modal atau simpanan uang untuk investasi, maka saat ini paling bagus untuk membeli lada sebagai bahan investasi untuk dijual lagi saat harga lada naik.

"Harga lada yang saya jual kepada masyarakat untuk bahan investasi atau simpanan sebesar Rp 50.000 kg. Kalau saya jual ke eksportir biasanya hanya dapat untung Rp 500 per kg nya, Kalau jual ke masyarakat kita dapat untung Rp 3.000 per kg nya," jelas Asen.

Sementara Aphin, pembeli lada mengaku sudah membeli beberapa karung lada hari ini di kios pedagang pengepul lada milik Asen.

"Saya beli lada untuk disimpan pak, untuk investasi saat harga lada naik dan ada untung baru saya jual lagi," katanya.

Peluang investasi dengan membeli lada saat ini dirasa menguntungkan dibandingkan bila menyimpan uang di bank.

"Daripada saya simpan uang di bank, lebih baik beli lada untuk dijadikan bahan investasi ke depan. Saya yakin harga lada ini bakal naik lagi ke depannya,' tukasnya.

(bangkapos.com/Edwardi)

Penulis: edwardi
Editor: Ardhina Trisila Sakti
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved