Keistimewaan Sholat Dhuha, Salat Sunnah yang Diwasiatkan Rasulullah Untuk Umatnya

Rasulullah mewasiatkan umatnya untuk sebisa mungkin merutinkan Salat Dhuha karena akan dicatat sebagai orang taat.

Keistimewaan Sholat Dhuha, Salat Sunnah yang Diwasiatkan Rasulullah Untuk Umatnya
Instagram/fauziahfahmi2
Shalat dhuha 

BANGKAPOS.COM - Salat Dhuha memiliki keistimewaan.

Dalam sejumlah hadits shahih disebutkan berbagai keutamaan salat Dhuha. Apalagi jika dilaksanakan saat bulan puasa Ramadan.

“Salat Dhuha adalah wasiat khusus dari Nabi kepada Abu Hurairah dan kepada seluruh umat beliau secara umum.” (Imam Thabari)

“Diriwayatkan dari Abu Hurairah bahwa ia berkata, ‘Kekasihku (Rasulullah) memberikan pesan (wasiat) kepadaku dengan tiga hal yang tidak pernah aku tinggalkan hingga aku meninggal nanti. Yaitu puasa tiga hari setiap bulan, Salat Dhuha, dan tidur dalam keadaan sudah mengerjakan salat witir.” (HR. Bukhari)

Jelas dari hadits tersebut, bahwasanya Rasulullah mewasiatkan umatnya untuk sebisa mungkin merutinkan Salat Dhuha.

Tata Cara Puasa Senin Kamis Sesuai Tuntunan dan Ajaran Agama Serta Manfaatnya

Mengutip laznahwanur.org, Salat Dhuha adalah sholat awwabin, yakni sholatnya orang-orang yang taat.

Merutinkan Salat Dhuha menjadikan seseorang dicatat sebagai orang-orang yang taat.

Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu berkata: “Kekasihku (Muhammad) mewasiatkan kepadaku tiga perkara yang aku tidak meninggalkannya: agar aku tidak tidur kecuali setelah melakukan shalat witir, agar aku tidak meninggalkan dua rakaat shalat Dhuha karena ia adalah shalat awwabin serta agar aku berpuasa tiga hari setiap bulan” (HR. Ibnu Khuzaimah; shahih)

Dua Rakaat Dhuha sebagai Sedekah

“Diriwayatkan dari Buraidah a bahwa ia berkata: Aku telah mendengar Rasulullah bersabda, ‘Pada diri manusia terdapat tiga ratus enam puluh tiga ruas. Ia memiliki kewajiban bersedekah atas setiap ruas tersebut.’ Para sahabat bertanya, ‘Siapakah yang mampu melakukan hal itu, wahai Rasulullah?’ Beliau bersabda, ‘Ludah di dalam masjid yang ia timbun (dibersihkan) atau sesuatu (penghalang) yang ia singkirkan dari jalanan (bisa mewakili kewajiban sedekah). Jika engkau belum mampu, dua rakaat shalat Dhuha sudah memadai untuk mewakili kewajibanmu bersedekah’.”

Halaman
1234
Editor: fitriadi
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved