Sriwijaya Air Dikabarkan Hentikan Reservasi Tiket Mulai Jumat Besok, Ada Apa?

Sriwijaya Air dikabarkan akan menghentikan layanan reservasi tiket mulai Jumat (27/9/2019) besok.

Sriwijaya Air Dikabarkan Hentikan Reservasi Tiket Mulai Jumat Besok, Ada Apa?
Pos Belitung/Novita
Pesawat Sriwijaya Air dan Nam Air di Bandara Soekarno Hatta. Foto diambil beberapa waktu lalu. 

Namun, keduanya hingga pukul 12.40 WIB tak juga memberikan respon.

Vice President Corporate Communication Pertamina Fajriyah Usman juga tak memberikan respon terhadap pesan singkat dan sambungan telepon Kompas.com.

Terkait Pencopotan Direksi? Beberapa hari lalu, Sriwijaya Air merombak susunan direksinya.

Pemegang saham mencopot direksi yang berasal dari Garuda Indonesia, yakni Direktur Utamanya Joseph Adrian Saul, kemudian Direktur Human Capital and Service Harkandri M Dahler, dan Joseph K Tendean selaku Direktur Komersial.

Untuk menempati posisi ketiga orang tersebut, Dewan Komisaris menunjuk Anthony Raimond Tampubolon selaku Plt Direktur Utama, Plt Direktur Human Capital & Layanan, dan Plt Direktur Komersial.

Josep Adrian merupakan mantan General Manager Garuda Indonesia Denpasar, lalu Harkandri M Dahler sebelumnya menjabat Direktur Personalia Garuda Maintenance Facility, sedangkan Joseph K Tendean pernah menjabat sebagai Senior Manager Ancillary Garuda Indonesia.
Hal tersebut pun dibenarkan oleh Vice President Corporate Secretary Garuda Indonesia Group, Ikhsan Rosan.

“Betul (ketiganya merupakan orang Garuda Indonesia),” ujar Ikhsan kepada Kompas.com, Selasa (10/9/2019).

Pelajar STM Demo Hingga Ricuh Serang Aparat, Ditanya Apa Itu RKUHP Malah Bilang Enggak Tau Bang

Garuda Indonesia menaruh orang-orangnya di Sriwijaya Air untuk membantu maskapai tersebut karena Sriwijaya Air terlilit utang di 3 BUMN yakni BNI, Pertamina, dan Garuda Maintenance Facility (GMF).

Bantuan yang diberikan Garuda dilakukan melalui skema Kerja Sama Manajemen (KSM) antara Citilink bersama PT Sriwijaya Air dan PT NAM Air.

KSM tersebut dilakukan sejak 9 November 2018 dan berlaku selama 5 tahun.

Di bawah pengelolaan Garuda Indonesia, kinerja keuangan Sriwijaya Air membaik. Bahkan Tahun lalu, Sriwijaya Air mencatatkan kerugian hingga Rp 1,2 triliun.

Namun, setelah berada di bawah pengelolaan Garuda Indonesia, kinerja maskapai tersebut membaik.

Bahkan, Joseph Tendean yang ketika itu masih menjabat sebagai Direktur Utama Sriwijaya Air menargetkan pada tahun ini maskapai ini mencatatkan keuntungan setelah di tahun 2018 menderita kerugian hingga Rp 1,2 triliun.

“Saya ngomong (target) di RKAP kita Rp 300 miliar. Kelihatannya sih (bisa) lebih,” ujar Direktur Niaga Sriwijaya Air Joseph Tendean di Jakarta, Senin (15/7/2019).

Penulis : Akhdi Martin Pratama

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Benarkah Sriwijaya Air Akan Hentikan Operasionalnya?"

Editor: fitriadi
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved