Berita Bangka Tengah

VIDEO: Pencuri Mesin Perahu Tempel dan Alat Komputer Eskavator Dilumpuhkan Polres Bateng

Setelah sebelumnya berhasil mengungkap jaringan pencurian dengan pemberatan (Curat) di wilayah hukum Polres Bangka Tengah (Bateng), Kepolisian Polres

BANGKAPOS.COM--Setelah sebelumnya berhasil mengungkap jaringan pencurian dengan pemberatan (curat) di wilayah hukum Polres Bangka Tengah (Bateng), Kepolisian Polres Bateng kembali menangkap tersangka kasus curat mesin perahu tempel dan alat komputer eskavator, Rabu (26/9/2019)

Disampaikan oleh Kapolres Bateng AKBP. Slamet Ady Purnomo pelaku curat yang berhasil menggondol 7 unit mesin perahu tempel tersebut adalah AS (36), JM (25), dan RH (26) yang mana ketiga pelaku curat ini adalah warga Desa Kemingking Kecamatan Sungaiselan, Bateng. Dan pelaku curay alat komputer eskavator berinisial S (37) warga desa Lubuk Pabrik, Bateng.

"Tiga pelaku AS, JM, dan RH itu merupakan DPO yang melarikan diri ke luar Bangka Tengah. Namun berkat kesigapan petugas, akhirnya ketiganya berhasil ditangkap di Pandegelang Provinsi Banten pada tanggal 24 September 2019 pukul 03.00 WIB oleh Opsnal Polres Bateng bekerjasama dengan Tim Jatanras Polres Pandegelang Polda Banten, Sementara pelaku curat S ditangkap pada tanggal 21 September 2019 lalu," ujar Slamet, Kamis (29/9) saat konfrensi pers.

Sedangkan tersangka curat alat komputer eskavator S dibekuk pada Sabtu (21/9/2019) di Jalan Grand Babel Dusun Kayu Ara Desa Jeruk Kecamatan Pangkalan Baru.

Slamet menambahkan saat dilakukan penangkapan, ketiga tersangka melakukan perlawanan ke anggota dan berusaha melarikan diri, sehingga petugas terpaksa menyarangkan timah panas di kaki para pelaku.

Dari hasil penangkapan tersebut, petugas berhasil menyita barang bukti, yakni 1 unit mesin perahu tempel merk Yamaha Enduro 15 PK, 1 unit mesin perahu tempel merk Yamaha Enduro 25 PK, 1 unit mesim perahu tempel merk Yamaha Enduro 40 PK, dan barang bukti pelaku S yakni komputer eskavator sebanyak 3 unit, monitor beserta kelengkapannya.

Laporan kasus curat mesin perahu tempel ini terhitung sejak tanggal 11 Januari 2019 dan tanggal 26 Juni 2019 dengan TKP di Desa Penyak dan Nibung Kabupaten Bangka Tengah. 

Selain itu ada juga TKP diluar Bateng yakni di Kelurahan Belinyu Kabupaten Bangka dengan mengambil 4 unit mesin perahu merk Yamaha dan Tohatsu, selanjutnya TKP di Desa Payung Bangka Selatan dengan menggondol peralatan bengkel dan toko, dan terakhir TKP di Kecamatan Riau Silip dengan mengambil 2 unit sepeda motor merk Force one.

Dikarenakan perbuatannya keempat pelaku dikenakan pasal 363 KUHP, tentang pencurian dengan ancaman penjara minimal tujuh tahun dan maksimal sembilan tahun penjara. (Bangkapos/Muhammad Rizki)

Penulis: Muhammad Rizki
Editor: nurhayati
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved