Berita Pangkalpinang

Waspada Dampak Buruk Kecanduan Ngelem, Menurunkan Kecerdasan hingga Gagal Jantung

dr Hasri Nopianto mengungkapkan bahaya sering menghirup lem dapat menurunkan kecerdasan.

Waspada Dampak Buruk Kecanduan Ngelem, Menurunkan Kecerdasan hingga Gagal Jantung
(Foto Istimewa).
dr Hasri Nopianto 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Dokter Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Depati Hamzah Pangkalpinang, dr Hasri Nopianto mengungkapkan bahaya sering menghirup lem dapat menurunkan kecerdasan.

"Menghirup lem akan memberikan dampak yang negatif bagi tubuh baik lem kayu atau bahan cat. Bahan ini disebut bahan inhalan. Penggunaan terus menerus akan melemahkan daya ingat, penurunan kecerdasan, daya dengar menurun bahkan kematian karena gagal jantung dan sesak pernapasan," ungkap dr Hasri kepada bangkapos.com, Kamis, (26/9/2019).

Selain itu akan mengakibat kerusakan lebih lanjut seperti jantung ginjal paru-paru dan otak. Dampak yang akan terjadi kepada pengguna yang menghirup lem aibon dibagi menjadi dampak jangka pendek dan jangka panjang.

"Kalau dampak jangka pendek akan terjadi hitungan detik bisa menimbulkan efek seperti minum alkohol seperti mabuk, berbicara cadel, pusing berpenampilan teler, tidak dapat mengkoordinasi gerakan, akan timbul halusinasi dan khayalan. Daya pertimbangan terganggu tidak bisa mempertimbangkan baik dan buruk," ungkap Hasri.

Sedangkan dampak jangka panjang akan mengakibatkan kelemahan otot, disorientasi jadi tidak bisa membedakan tepat waktu, gampang marah dan depresi.

Dr Hasri mengatakan bahwa dalam menghilangkan kebiasaan buruk ini butuh perhatian yang sangat kuat dari kelurga, tempat didikan, masyarakat sekitar dan kemauan anak sendiri. Dengan bimbingan yang baik kebiasaan ini bisa dikurangi atau dihilangkan.

"Kalau menghilangkan secara medis sepertinya lebih tepat untuk mengobati. Tergantung dari dampak fisik yang timbul, misalnya ada kerusakan otak atau tidak, kerusakan gangguan atau tidak. Nanti akan mengalami penanganan yang berbeda," ujarnya.

Selain itu, untuk menghindari hal tersebut terulang kembali pasien juga akan diberikan terapi. Tujuan terapi untuk pasien tersebut agar tidak mendapatkan tekanan dari teman-temanya yang pecandu lem dan perlu bantuan psikologis agar menemukan kelompok yang dapat memberikan masukan positif bagi pasien tersebut.

(Bangkapos.com/Cici Nasya Nita)

Penulis: Maggang (mg)
Editor: khamelia
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved