2 Pelaku Penipuan Masuk Honorer Pol PP Pemprov Babel Dibekuk, Raup Uang Korban Rp 107 Juta

Dua pelaku penipuan dengan modus menjanjikan menjadi Honorer di Pol PP dan instansi lainnya di Pemprov Kepulauan Bangka Belitung

2 Pelaku Penipuan Masuk Honorer Pol PP Pemprov Babel Dibekuk, Raup Uang Korban Rp 107 Juta - tersangka-dulhadi-saat-menjalani-pemeriksaan-di-dirkrimum-polda-kepulauan.jpg
ist Dok Polda Babel
Tersangka Dulhadi saat menjalani pemeriksaan di Dirkrimum Polda Kepulauan Bangka Belitung Jumat (27/9/2019)
2 Pelaku Penipuan Masuk Honorer Pol PP Pemprov Babel Dibekuk, Raup Uang Korban Rp 107 Juta - tersangka-tio-yang-ditahan-di-polree-beltim.jpg
dok Polda Babel
Tersangka Tio yang ditahan di Polree Beltim

2 Pelaku Penipuan Masuk Honorer Pol PP Pemprov Babel Dibekuk, Raup Uang Korban Rp 107 Juta

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Dua pelaku penipuan dengan modus menjanjikan menjadi Honorer di Pol PP dan instansi lainnya di Pemprov Kepulauan Bangka Belitung behasil diamankan oleh Dit Krimum Polda Kepulauan Bangka Belitung.

Sastria alias Tio tersangka utama dibantu rekannya, Dulhadi berhasil meraup uang dari korban mencapai Rp 107.200.000. Hal ini disampaikan oleh Kabid Humas Polda Kepulauan Bangka Belitung AKBP Maladi didampingi oleh Kasubdit II Ditkrimum AKBP Dheny Budhion Jum'at (27/9/2019).

"Satu tersangka utama saat ini ditahan di Beltim terkait kasus penipuan lain sementera kaki tangannya behasil kita amankan dan ditahan di Polda Kepulauan Bangka Belitung, keduanya kita tetapkan sebagai tersangka" kata AKBP Maladi

Dari puluhan korban yang diduga menjadi korban ada 8 orang yang resmi melaporkan kasus penipuan tersebut.

Besarnya kerugian korban bervariasi mulai dari Rp 6 juta, Rp 8 juta hingga Rp 18 juta. Tio awalnya menyakinkan Dulhadi agar mencari orang yang mau dimasukkan sebagai honorer Pol PP dan instansi lain di Pemprov Kepulauan Bangka Belitung.

Keduanya kemudian pada bulan April 2019 menyakinkan korban dapat memasukkan sebagai honorer tanpa tes karena mengaku dekat dengan Ģubernur Erzaldi Rosman.

Syaratnya mereka harus menyerahkan uang Rp 15 juta. Namun ditunggu tunggu setelah korban menyerahkan uang yang jumlahnya bervariasi Tio dan Dulhadi terus berkelit.

Guna mengulur waktu Tio kemudian membutakan SK pengangkatan yang ditandatangani oleh Gubernur yang dipastikan palsu kepada korban.

Tio mengatakan kepada korban mereka akan mulai masuk kerja pada bulan Agustus 2019. Bahkan Tio sempat meminta uang tambahan Rp 200.000 untuk pembuatan seragam.

Halaman
12
Penulis: deddy_marjaya
Editor: Evan
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved