Gubernur Bangka Belitung Sebut Cara Ampuh Usir TI dengan Terus Tanam Bakau di Pantai Rebo

Deru suara mesin TI para pekerja tambang terdengar jelas dari lokasi yang tak begitu jauh dari tempat penanaman bakau.

Gubernur Bangka Belitung Sebut Cara Ampuh Usir TI dengan Terus Tanam Bakau di Pantai Rebo
bangkapos.com/Nurhayati
Para pelajar bersama Gubernur Babel H Erzaldi Rosman Johan, Pengurus Yayasan Ikebana, Anggota DPRD Bangka, Perwakilan PT Timah Tbk, PT PIR, Angggota TNI/Polri dan peserta lainnya melakukan penanaman bibit bakau, Jumat (27/9/2019) di Pantai Rebo. 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Ironis memang di tengah acara penanam bakau yang dilakukan Gubernur Babel bersama para pelajar di Pantai Rebo tampak jejeran ponton tambang inkonvensional yang tetap beroperasi, Jumat (27/9/2019) pagi.

Deru suara mesin TI para pekerja tambang terdengar jelas dari lokasi yang tak begitu jauh dari tempat penanaman bakau.

Namun Gubernur Babel H Erzaldi Rosman Djohan dan para pelajar tetap asyik melakukan penanaman bakau yang diprakarsai oleh Yayasan Ikebana didukung PT Timah Tbk, PT Pantai Indah Rebo (PIR), dan KPH Sigambir Kotawaringin.

Diakui Erzaldi, bukan pemerintah daerah tidak mengambil tindakan untuk menertibkan TI tetapi lebih besar biaya penertibannya daripada efek jera bagi para penambang.

"Di tertib pagi dia kerja malam ditertibkan malam dia kerja pagi, ditertib siang kerja malam atau pagi. Ini kan berulang-ulang," keluh Erzaldi.

Untuk itu pihaknya terus mendorong kesadaran para penambang TI untuk tidak menambang tetapi ikut berpartisipasi melestarikan alam. Salah satu jalannya adalah dengan terus menanam bibit bakau.

"Kita lawan dengan cara-cara begini. Dulukan ini ditambang semua, kita dorong terus, lama-lama akan habis," kata Erzaldi yakin.

Diakuinya, PT Timah Tbk juga tidak kuasa mengawasi penambangan ilegal. Padahal Pantai Rebo termasuk wilayah Izin Usaha Penambangan (IUP) milik mereka.

"Jadi kita mendorong bersama-sama kalau dibuat sarana seperti ini datang juga jangan hanya datang berpiknik tetapi memelihara pohon bakau. Makin banyak orang datang ke sini saya yakin mereka (penambang TI ilegal-red) malu mengerjakan tambang di situ," harap Erzaldi.

(bangkapos.com/Nurhayati)

Penulis: nurhayati
Editor: Ardhina Trisila Sakti
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved