Berita Sungailiat

Tak Ingin KEK Pariwisata Gontok-gontokan dengan PT Timah, Erzaldi Berharap Adanya Kolaborasi

Gubernur Babel H Erzaldi Rosman tak menepis adanya benturan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) pariwisata dengan pertambangan timah di Bangka Belitung

Tak Ingin KEK Pariwisata Gontok-gontokan dengan PT Timah, Erzaldi Berharap Adanya Kolaborasi
(Bangkapos.com/Nurhayati)
Gubernur Babel H Erzaldi Rosman Djohan menunjukan kepiting bakau yang betina kepada para pelajar saat penanaman bibit bakau, Jumat (27/9/2019) di Pantai Rebo. 

BANGKAPOS.COM--Gubernur Babel H Erzaldi Rosman Djohan tak menepis adanya benturan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) pariwisata dengan pertambangan timah di Bangka Belitung.

Diakuinya, potensi penambangan di Pulau Bangka dan Belitung masih panjang di mana kandungan timah masih cukup besar.
Untuk itu perlu mencari jalan keluar, solusi terbaik.

"Kita jangan anti sesuatu misalnya tambang anti nelayan, nelayan anti tambang. Kalau ini dikolaborasikan bukan tidak mungkin, mungkin saja, tetapi kadang-kadang kita ingin akunya itu, inikan sulit. Ujung-ujungnya kita bentrokan terus, habis energi kita. Mengapa kita tidak bersama-sama ditargetkan yok kita kerjakan ini, berapa lama? Sekian lama? Tapi sesudah itu nelayan harus apa? jangan sampai nantinya paska tambang kita tidak ada apa-apa?" beber Erzaldi.

Perekonomian Terancam Ambruk

Lanjutnya, untuk transformasi dari pertambangan ke pariwisata bukan langsung mematahkan pertambangan karena perekonomian di Babel akan ambruk.

Pasalnya hingga saat ini 24 sampai 30 persen Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Babel masih dipengaruhi kontribusi dari sektor pertambangan timah.

"Coba bayangkan kalau stop langsung, dak perlu jauh-jauh ada penertiban tata niaga pertambangan dari Januari, pertumbuhan ekonomi kita langsung terbawah di Sumatera hanya karena tidak mengekspor timah tiga bulan," ungkap Erzaldi.

Menurutnya, jika masalah KEK pariwisata dengan pertambangan terus menerus bertentangan maka tidak akan selesai, tetapi bagaimana langkah yang diambil untuk memadukan atau mengkoloborasi semua itu sehingga bisa berjalan.

"Saya ambil contoh kalau terus-terusan KEK dan PT Timah Tbk gontok-gontokan padahal kementerian hanya minta kesepakatan habis ini bagaimana? Sudah dua tahun tidak selesai juga," keluh Erzaldi.

Oleh karena itu, sebagai pemerintah daerah, pihaknya harus memikirkan langkah-langkah konkrit agar bisa mengkolaborasikan semua sektor sehingga perekonomian daerah berjalan dengan baik.

Halaman
123
Penulis: nurhayati
Editor: khamelia
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved