Berita Sungailiat

Warga Desa Mendobarat Demo Tuntut Pemkab Cabut Ijin Perusahan Sawit

Sejumlah Warga Desa Mendo Kecamatan Mendobarat Kabupaten Bangka, berunjuk rasa, Jumat (27/9/2019)

Warga Desa Mendobarat Demo Tuntut Pemkab Cabut Ijin Perusahan Sawit
ist
Suasana demo Warga Desa Mendo Kecamatan Mendobarat, Jumat (27/9/2019). 

BANGKAPOS.COM, BANGKA-- Sejumlah Warga Desa Mendo Kecamatan Mendobarat Kabupaten Bangka, berunjuk rasa, Jumat (27/9/2019). Mereka demo menyampaikan aspirasi karena merasa dizolimi.

Tuntutan pertama meminta pemerintah mencabut ijin perusahaan sawit PT Sinar Agro Makmur Lestari (SAML) yang rencananya berinvestasi di desa tersebut.

Menurut warga, sekitar 700 hektare lahan bakal digarap oleh perusahaan ini, dan itu merugikan warga setempat. Buntut aksi, warga meminta Kepala Desa (Kades) Mendo, Masri melepaskan jabatan.

Menurut demonstran, perusahaan tersebut mendapat ijin Pemkab Bangka, semasa Bupati Bangka dijabat Tarmizi HS, Tahun 2018 lalu. Tahun 2019, sekitar 700 hekatre lahan mulai dibuka di desa ini, untuk ditanami kelapa sawit .

Warga merasa jika lahan itu digarap, maka lahan untuk mereka berkebun semakin terbatas. Ironisnya, warga yang tergabung dalam demonstrasi  menyatakan, Pemkab Bangka maupun Pemdes Mendo tak pernah mensosialisasikan soal ijin yang diberikan pada perusahaan tersebut. 

Warga kaget, setelah tahu, baru baru ini, pihak perusahan mulai membuka lahan yang dimaksud. Karena itu pula, warga mengelar demo, sekaligus menuntut Kades Mendo, Masri, mundur atau melepaskan jabatan. Para demonstran juga meminta Bupati Bangka, Mulkan segera mencabut  ijin tersebut.

Kepada sejumlah wartawan dari berbagai media massa, Kades Mendo, Masri, Jumat (27/9/2019), mengatakan, pihak desa juga tak dilibatkan oleh Pemkab Bangka soal pemberian ijin PT SAML yang dimaksud. Hanya saja diakui Kades, pihak perusahaan pernah beberapa kali menggelar pertemuan, mengundang beberapa tokoh masyarakat Desa Mendo. "Sosialisasi sudah dilakukan untuk membicarakan jual beli dan ganti rugi isi kebun warga, dan sudah kami libatkan warga," kata Kades. 

Mengenai desakan demonstran agar Kades mundur, menurutnya tak perlu dirisaukan. Sebab tuntutan itu kata Masri, hanya dilakukan oleh sebagian kecil atau minoritas masyarakat Desa Mendo. Kades juga menyebutkan, di Desa Mendo terdapat 3.000 hekatre lahan yang dapat dijadikan lahan pertanian perkebunan.

Hanya sekitar 700 hektare yang diberikan ijin kelolah kepada perusahaan. Sayangnya saat dikonfirmasi lanjutan oleh Bangka Pos, Jumat (27/9/2019), hingga pukul 20.30 WIB melalui telepon seluler dan pesan WA, Kades Mendo, Masri tak memberikan jawaban.

Sementara itu pagi tadi disebutkan, berhembus kabar bakal terjadi demo massa di Kecamatan Mendobarat Kabupaten Bangka, Jumat (27/9/2019). Sejumlah warga kalangan petani bakal beraksi. Namun kabar ini diperjelas oleh Kapolres Bangka AKBP Aris Sulistyono diwakili Kapolsek Mendobarat, AKP Achwan ketika dikonfirmasi Bangka Pos, Jumat (27/9/2019) pagi.

Halaman
12
Tags
Mendobarat
Penulis: ferylaskari
Editor: khamelia
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved