Berita Pangkalpinang

Kisah Udin Sehari Suplai AIr Bersih 25 Ton dari Sumur Bor Depan Rumahnya

Udin menjelaskan setiap warga diberi jatah pasokan air selama 30 menit. Ini harus diatur agar semua kebagian.

Kisah Udin Sehari Suplai AIr Bersih 25 Ton dari Sumur Bor Depan Rumahnya
bangkapos.com/Ismed
Warga sekitar RW 01 Kelurahan Melintang sedang antre air. 

BANGKAPOS.COM, BANGKA --  Kesibukan Syaifudin RW 01 Kelurahan Melintang bertambah. Kini setiap pagi dan sore memeriksa jaringan pipa air yang mengalir ke rumah warga. Panjang pipa relatif tergantung jarak rumah dari sumur bor depan rumahnya.

"Jarak terjauh sekitar 400 meter," kata Udin demikian ia biasa dipanggil, Jumat (27/9).

Sumur bor yang dibangun dari bantuan Dinas PU tahun 2014 saat ini menjadi andalan air bersih warga RW 01 dan sekitar.

Tahun 2013 Udin mengajukan proposal untuk membuat sumur bor. Tahun 2014 proposal disetujui dengan dana Rp 150 juta.

"Karena kemarau panjang sumur warga banyak yang kering jadi mereka menyambungkan pipa ke sumur bor ini," ungkap Udin.

Udin menjelaskan setiap warga diberi jatah pasokan air selama 30 menit. Ini harus diatur agar semua kebagian.

"Warga dikenakan bayaran Rp 6 ribu per 30 menit dengan debit 800 liter. Kalau per bulan Rp 100 ribu dengan jatah waktu 30 menit. Namun ada juga berdasarkan keikhlasan. Adapula yang gratis bagi yang tidak mampu. Jadi sistem subsidi silang," jelas Udin yang sehari-hari menjadi tukang kayu.

Uang tersebut digunakan untuk membeli pulsa listrik. Selama satu bulan ini biaya listrik per hari Rp 20 ribu.

Selain itu juga digunakan untuk memelihara jaringan pipa ke rumah warga. Kadang ada pipa yang bocor atau pecah karena terlindas.

Udin mengisi pulsa listrik yang digunakan untuk menjalan mesin air.
Udin mengisi pulsa listrik yang digunakan untuk menjalan mesin air. (bangkapos.com/Ismed)

"Jika hanya untuk kebutuhan rumah tangga saya hanya Rp 20 ribu per minggu. Untuk penggunaan listrik mesin air ini menyebabkan pemakaian listrik rumah tangga kami terganggu. Daya terpasang 1.200 watt sedangkan mesin air 1.100 watt," kata Udin seraya mengungkapkan sedangkan mengajukan penambahan daya.

Udin mencatat untuk kebutuhan listriknya saja per bulan mencapai Rp 1 juta. Namun tertutupi dengan bantuan warga. Selama satu bulan ini per hari 25 ton. Ada 45 KK (Kepala Keluarga) yang tersambung pipa air. Untuk pipa dari rumah ke mesin, warga beli sendiri.

Udin mengucapkan terima kasih kepada pemkot. Sejak tahun 2014 hingga kini sudah melayani warga RW 01 dan sekitar. Selain itu setiap sore warga sekitar antre dengan tertib mengambil air dengan membawa jeriken.

"Saya mengucapkan terimakasih kepada Pemkot Pangkalpinang yang telah mengebor. Sehingga sangat bermanfaat bagi warga sekitar. Terlebih di musim kemarau yang panjang ini, tandas Udin. 

(bangkapos.com/Ismed H)

Penulis: Ismed Hasanuddin
Editor: Ardhina Trisila Sakti
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved