Berita Pangkalpinang

Mengenang 150 Tahun Wafatnya Depati Amir, Sang Pejuang Tangguh dan Dianggap Berbahaya

Depati Amir wafat di Kupang keresidenan Timor pada tanggal 28 September 1869, betepatan pada 21 Jumadil Akhir 1286 Hijriyah.

Mengenang 150 Tahun Wafatnya Depati Amir, Sang Pejuang Tangguh dan Dianggap Berbahaya
Ist/Akhmad Elvian
Foto Depati Amir 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Depati Amir wafat di Kupang keresidenan Timor pada tanggal 28 September 1869, betepatan pada 21 Jumadil Akhir 1286 Hijriyah.

Berita dukacita diketahui dari Surat Residen Timor kepada Gubernur Jenderal, Kupang 28 September 1869, Nomor 669 (ANRI: agenda 8-11-1869 Nomor 20378): melanjutkan surat saya tertanggal 24 September 1869 Nomor 661 dengan ini saya beritahukan kepada anda yang terhormat, bahwa Amir yang berdasarkan besluit pemerintah tanggal 4 Februari 1851 Nomor 3 selama hidupnya dibuang ke Timor pada hari ini 28 September 1869 karena usia lanjut dan sakit, meninggal, yang mana berita kematian ini telah diberitahukan kepada Residen Bangka.

Begitulah sepenggal kisah pahlawan asal Bangka belitung yang dibagikan Sejarawan dan Budayawan Bangka belitung, Akhmad Elvian kepada bangkapos.com

"Dalam kesempatan ini marilah kita masyarakat Bangka Belitung berdoa agar almarhum diberikan tempat yang layak sesuai dengan amal, jasa dan perjuangannya," tutur Elvian, Sabtu (28/9/2019)

Elvian mengulas cerita ketika Amir mulai memimpin perlawanan terhadap pemerintah Hindia Belanda pada Tahun 1848, pada 7 Januari 1851.

Depati Amir ditangkap Belanda setelah dikejar dan dikepung di hutan Mendo Barat ketika hendak menghidar ke Distrik Sungaiselan.

Pada 22 Januari 1851 Amir diberangkatkan menuju ke Batavia dengan kapal uap Onrust. Pada tanggal 9 Maret 1951 Amir dibawa ke Surabaya dengan kapal uap Argo selanjutnya dibawa ke tempat pengasingan di keresidenan Timor dengan kapal uap Banda.

(bangkapos.com/Ira Kurniati)

Penulis: Ira Kurniati
Editor: Ardhina Trisila Sakti
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved