Berita Sungailiat

Paman Cabuli Keponakan di Belinyu Tinggal Tunggu Tuntutan Jaksa

Proses hukum pada Albani alias Bujang (38) hampir rampung. Jaksa Cabjari Belinyu tinggal membacakan surat tuntutan pada terdakwa

Paman Cabuli Keponakan di Belinyu Tinggal Tunggu Tuntutan Jaksa
bangkapos.com/Fery Laskari
Kepala Cabjari Belinyu, Dede MY. 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Proses hukum pada Albani alias Bujang (38) hampir rampung. Jaksa Cabjari Belinyu tinggal membacakan surat tuntutan pada terdakwa asal Desa Gunungmuda Kecamatan Belinyu Bangka itu.

Hal ini ditegaskan oleh Kepala Kantor Cabang Kejaksaan Negeri (Cabjari) Belinyu, Dede MY ditemui bangkapos.com di kantornya di Belinyu, Senin (30/9/2019).

"Proses sidang sudah beberapa kali digelar di Pengadilan Negeri (PN) Sungailiat. Sidang dimulai pembacaan surat dakwaan. Sejumlah saksi sudah kita hadirkan, termasuk agenda pemeriksaan terdakwa telah dilalui," kata Dede ditemui di kantornya, petang tadi.

Sidang terakhir kata Dede digelar pekan lalu di PN Sungailiat. Ketika itu terdakwa Albani alias Bujang mengakui kesalahannya.

"Sehingga agenda sidang berikutnya, tinggal tuntutan. Kita selaku penuntut umum telah menyiapkan surat tuntutan, yang rencananya bakal dibacakan saat sidang selanjutnya," kata Dede.

Mengenai kronologis kejadian dijelaskan Dede bermula pada 21 Juni 2019 lalu. Ketika itu sekitar pukul 19.00 WIB, korban seorang bocah perempuan usia tujuh tahun main ke rumah terdakwa karena korban dan anak terdakwa merupakan teman.

Selain itu hubungan antara korban dan terdakwa sebagai keponakan dan paman, rumah mereka berdampingan.

Saat korban berada di rumah, ibu korban curiga karena korban mengeluh. Alhasil kasus itu dilaporkan ibu korban ke polisi.

Tak lama berselang terdakwa pun ditangkap dan dijebloskan dalam penjara. Kasus ini kemudian beralih ke Penuntut Umum Cabjari Belinyu hingga kemudian bergulir ke meja hijau PN Sungailiat.

"Terdakwa Albani alias Bujang pada sidang sebelumnya kita dakwa Pasal berlapis yaitu Pasal 82 Ayat 1 dan Ayat 2 Undang-Undang (UU) Nomor 17 Tahun 2016 tentang penetapan Perpu Nomor 1 Tahun 2016 tentang perubahan kedua atas UU RI Nomor 23 Tahun 2002 tentang perlindungan anak menjadi UU RI Nomor 35 Tahun 2014 tentang perubahan UU RI Nomor 23 Tahun 2002 tentang perlindungan anak," jelas Dede.

(bangkapos.com/Fery Laskari)

Penulis: ferylaskari
Editor: Ardhina Trisila Sakti
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved