Berita Sungailiat

Tambang Timah Ilegal Beroperasi Lagi di Sungai Perimping, Mulai Besok Satpol PP Pantau Tiap Hari

Sudah berkali-kali Tim Satpol PP Kabupaten Bangka mendatangi dan memperingati penambang di lokasi dekat jembatan sungai tersebut.

Tambang Timah Ilegal Beroperasi Lagi di Sungai Perimping, Mulai Besok Satpol PP Pantau Tiap Hari
Istimewa
Suasana saat Tim Gabungan Satpol PP Bangka dan Polsek Riausilip mendatangi Jembatan Sungai Perimping karena tambang timah ilegal kembali beroperasi, Senin (30/9/2019). 

BANGKAPOS.COM, BANGKA  - Penambang timah ilegal di Sungai Perimping Kecamatan Riausilip Bangka, seolah tak pernah kapok.

Sudah berkali-kali Tim Satpol PP Kabupaten Bangka mendatangi dan memperingati penambang di lokasi dekat jembatan sungai tersebut. Namun ketika petugas pergi meninggalkan lokasi, penambang beroperasi lagi.

Kali ini Tim Satpol PP Bangka melibatkan Polsek Riausilip datang lagi ke Sungai Perimping Kecamatan Riausilip, Senin (30/9/2019) siang.

"Kita (Pol PP) Bangka bersama Polsek Riausilip siang tadi mendatangi Jembatan Perimping," kata Kepala Kantor Satpol PP Bangka, Dalyan Amrie diwakili Kabid Perundang-Undangan, Achmad Suherman kepada bangkapos.com, Senin (30/9/2019)

Diakui Suherman saat didatangi masih ada penambang yang beroperasi di sungai itu. Padahal pekan lalu razia serupa telah digelar, tapi kini penambang beroperasi lagi.

Penambang yang melihat kedatangan petugas dari kejauhan, langsung menggeser ponton tambang (TI) mereka ke tepian.

"Begitu tim sampai, para penambang segera menarik ponton-ponton TI mereka dari lokasi Jembatan Perimping," kata Suherman.

Diakui Suherman, penambang di lokasi ini seolah tak pernah jera, padahal sudah tiga kali tim gabungan turun ke lokasi itu.

Namun penambang beroperasi kembali setelah tim meninggalkan lokasi.

"Sudah tiga kali kita turun ke lokasi. Makanya mulai saat ini akan kita pantau tiap hari kegiatan mereka," tegas Suherman.

Pada kesempatan yang sama, Suherman mengaku tidak pernah bosan menggelar penertiban karena tambang di sungai ini meresahkan banyak orang, khususnya nelayan lokal.

Apalagi tambang tersebut tidak mengantongi izin dan dekat jembatan atau fasilitas umum.

"Kita berharap kesadaran masyarakat jangan lah menambang di daerah telarang. Jembatan, Hutan bakau harusnya kita jaga bersama karena itu aset bangsa negara ini. Kalau bukan kita, siapa lagi? Kegiatan ini akan kita tingkatkan, apabila penambang bandel. Tim gabungan lebih besar lagi akan kita turunkan," tegas Suherman.

(bangkapos.com/Fery Laskari)

Penulis: ferylaskari
Editor: Ardhina Trisila Sakti
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved