Berita Pangkalpinang

Cegah Pelajar Ikut Aksi Unjuk Rasa Mahasiswa, KPAD Babel Gelar Sosialisasi

Aksi sejumlah pelajar di Pulau Bangka yang ikut dalam aksi demo para mahasiswa di Pangkalpinang

Bangkapos.com/Ryan A Prakasa
Sejumlah pelajar termasuk para guru dan ormas mengikuti kegiatan sosialisasi yang digelar pihak KPAD Babel. 

BANGKAPOS.COM-- Aksi sejumlah pelajar di Pulau Bangka yang ikut dalam aksi demo para mahasiswa di Pangkalpinang baru-baru ini menjadi perhatian serius pihak Komisi Perlindungan Anak Daerah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (KPAD Babel).

Terkait hal tersebut KPAD Babel bekerja sama dengan pihak Polda dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Babel menggelar sosialisasi pencegahan, Selasa (1/10/2019) mengangkat tema 'Peranan KPAD Babel Dalam Pencegahan Exploitasi Anak Di Bumi Serumpun Sebalai'.

Kegiatan sosialisasi tersebut dilakukan pasca sejumlah pelajar yang mengikuti aksi unjuk rasa di halaman DPRD Provinsi Bangka Belitung, Senin (30/09/2019).

Langkah cepat yang dilakukakan pihak KPAD Babel  untuk mengantisipasi agar tidak ada lagi terjadi di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, hal ini merujuk Surat Edaran Menteri pendidikan kepada Gubernur, Wali Kota dan Bupati Nomor 9 Tahun 2019 tentang pencegahan keterlibatan peserta didik dalam aksi unjuk rasa yang berpotensi kekerasan.

Saat aksi pelajar tersebut pihak KPAD bertindak cepat hingga turun ke jalan dan langsung mengarahkan anak- anak  berkordinasi dengan satuan polisi pamong praja dan pihak kepolisian untuk mengarahkan siswa-siswi agar berkumpul di Kantor Satpol PP Provinsi Babel untuk diberikan pembinaan dan arahan kepada mereka yang ikut dalam unjuk rasa, Senin (30/9/2019).

Dalam giat sosialisasi kali ini selaku nara sumber yakni Ketua KPAD Babel, Sapta Qodria Muafi SH, Polda Babel Direktorat Intelkam diwakili Ipda Maman Sulisman SH, sedangkan sebagai pemotor organisasi yakni Tarmin MSi yang kini menjabat selaku Kepala Kesbangpol Babel.

Selain itu para peserta yang mengikuti  kegitan sosialisasi yakni seluruh perwakilan guru SMU/SMK, perwakilan pelajar di Pangkalpinang dan beberapa organisasi masyarakat bertempat di ruangan Tanjung Berikat Rumah Dinas Gubernur Babel, Air Itam Pangkalpinang

Sosialisasi kali ini lebih menekankan kepada sekolah, guru-guru dan pelajar hingga orang tua agar lebih ekstra lagi kepada anak didik mereka dalam kegiatan aksi unjuk rasa agar pelajar lebih fokus lagi dalam kegiatan belajar-mengajar.

"Apalagi ini lagi musim ulangan di sekolah, akibat keikut sertaan mereka menghambat mereka dalam karena terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, lebih lagi kita bersama- sama bersinegi menjalankan amanah dalam konteks perlindungan terutama anak di bawah usia 18 tahun ke bawah sesuai dengan UUPA," tegas Sapta.

Selanjutnya Ipda Maman memberikan materi, beberapa materi diantaranya menyampaikan pendapat di muka umum, menurutnya harus melakukan prosedur sesuai dengan peraturan- perundangan yang berlaku berdasarkan UU No 9 tahun 1988 tentang menyampaikan pendapat di muka umum.

Dijelaskanya, dalam kebebasan berbicara tidak berarti bebas nilai dan bebas norma dalam berpendapat.

"Bebas berbicara merupakan hak (pasal 5 ayat 1) tetapi cara dan isi pembicaraan harus patuh norma (agama, susila dan kesopanan dalam hidup bermasyarakat)," terang Maman.

Selain itu hak bicara menurutnya dilindungi hukum (pasal 5 ayat 2), kalau tidak melanggar atau melakukan pelanggaran sebagaimana telah diatur dalam pasal 6.

"Hak kita bebas berpendapat tetapi kewajibannya adalah cara dan isi pendapat harus patuh norma yakni norma agama, susila dan kesopanan yang berlaku dalam hidup bersama, dalam terang nilai-nilai Pancasila dan UUD 1945," jelas Maman. (Bangkapos.com/Ryan A Prakasa)

Editor: nurhayati
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved