Di Balik Demo Mahasiswa Babel, Gubernur Erzaldi Gunakan Punggung Didit Teken Tuntutan Ini

Mahasiswa berhasil mendesak Ketua DPRD Babel dan Gubernur Babel menandatangani tuntutan mereka.

Di Balik Demo Mahasiswa Babel, Gubernur Erzaldi Gunakan Punggung Didit Teken Tuntutan Ini
Bangka Pos/Resja Juhari
Poster bertuliskan kalimat kritik dan lucu mewarnai demo mahasiswa Babel di DPRD Babel, Senin (30/9/2019). 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Dua kali gedung DPRD Kepulauan Bangka Belitung didatangi ribuan mahasiswa, Senin (30/9).

Mahasiswa berhasil mendesak Ketua DPRD Babel dan Gubernur Babel menandatangani tuntutan mereka.

Pukul 09.40 WIB, mahasiswa gabungan dari Politeknik Manufaktur Negeri Babel, Poltekkes Kemenkes Pangkalpinang, STIE Pertiba, STIH Pertiba, STIKES Abdi Nusa, dan HMI (Himpunan Mahasiswa Islam) mendesak agar UU KPK dan Rancangan UU KHUP dibatalkan.

Kemudian, aksi kedua dilakukan mahasiswa dari Universitas Bangka Belitung, STKIP Muhammadiyah Babel, dan STAIN SAS Babel pada pukul 13.00 WIB.

Meski berbeda waktu, mahasiswa ini menyuarakan satu keinginan yang sama ini yakni penolakan UU KPK dan pembatalan RUU KHUP.

Pada aksi pukul 09.40, mahasiswa masuk langsung ke ruang rapat paripurna DPRD Babel dan disambut Ketua DPRD Babel Didit Srigusjaya dan Gubernur Babel Erzaldi Rosman.

Didit Srigusjaya mengaku akan mengirimkan surat penolakan dari mahasiwa Babel ini kepada DPR.

Surat penolakan dari DPRD Babel ini berisi penolakan terhadap beberapa putusan DPR.

"DPRD Provinsi Bangka Belitung juga keberatan terhadap revisi undang-undang tentang KPK karena pelemahan terhadap pemberantasan korupsi. Kami juga menolak pasal KUHP yang kontroversial, kami akan mengirimkan surat ini ke DPR pada hari ini juga," ujar Didit Srigusjaya.

Sementara itu, Erzaldi Rosman juga menyambut baik aksi yang dilakukan para mahasiswa.

Halaman
1234
Editor: Alza Munzi
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved