Berita Pangkalpinang

Ekspor Bangka Belitung Jeblok hingga 48,53 Persen, Seharusnya Tidak Hanya Bertopang Pada Timah

Kepala Badan Pusat Statistik Kepualuan Bangka Belitung Darwis Sitorus mengatakan, sektor timah masih mendominasi perkembangan ekspor impor Babel.

Ekspor Bangka Belitung Jeblok hingga 48,53 Persen, Seharusnya Tidak Hanya Bertopang Pada Timah
Dokumen Bangka Pos
Kepala BPS Babel Darwis Sitorus (tengah) 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Kepala Badan Pusat Statistik Kepualuan Bangka Belitung (Babel) Darwis Sitorus mengatakan, sektor timah masih mendominasi perkembangan ekspor impor Babel.

Berdasrakan penyampaian Berita Resmi Statistik (BRS), di Kantor BPS Babel, Selasa (1/10/2019), dari sisi perkembangan ekspor impor Kepulauan Babel per Agustus 2019. Nilai ekspor Babel bernilai US$ 98,1 juta, turun 48,53 persen dibanding ekspor Agustus 2018 (US$ 190,6 juta).

Menurut Darwis, turunnya nilai ekspor ini dipengauhi beberapa hal.

"Penurunan ini lebih karena ekspor timahnya menurun. Kemudian ini juga sepertinya ada pengaruh harga timah dunia. Kemudian ada perubahan tata aturan yang berubah, ini juga mempengaruhi. Tetapi, lebih tepatnya kenapa menurun pelaku industrinya yang tahu," kata Darwis di Kantor BPS Babel.

Darwis menjelaskan, berdasarkan tren turunnya nilai ekspor ini diprediksi akan mempengerahui pertumbuhan ekonomi Babel pada triwulan ketiga yang akan disampaikan pertengahan Oktober ini.

Menurut Darwis, timah berdampak multiflier effect bagi perekonomian Babel. "Sangat berpengaruh. Karena dominasi timah masih kuat di Babel. 20 sampai 30 persen potensi ekonomi Babel masih berasal dari pertambangan timah, termasuk ikutannya," katanya.

Menurut dia, sektor timah perlu ditopang sektor lain agar tak melulu menjadi ketergantungan bagi perekonomian Babel. Dia menilai pertumbuhan ekonomi Babel akan tidak mudah goyah seaandainya sektor perkebunan dioptimalkan.

"Harusnya memang di sektor perkebunan ditingkatkan. Jadi jangan hanya bertumpu pada pertambangan. Misalnya, Lada yang mau diregulasi, itu setuju sekali, bagaimana meningkatkan kejayaan Babel dari Lada," ucapnya.

Penyampaian BRS Selasa (1/10/2019l ni dihadiri oleh perwakilan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait dan media massa.
Dari sisi perkembangan ekspor impor Kepulauan Babel per Agustus 2019, nilai ekspor Babel bernilai US$ 98,1 juta, turun 48,53 persen dibanding ekspor Agustus 2018 (US$ 190,6 juta). Nilai ekspor timah turun 34,49 persen dan non timah turun 90,61 persen (y-on-y).

Meski turun secara y-on-y, jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya (m-to-m), nilai ekspor naik sebesar 13,76 persen. Peningkatan nilai ekspor (m-to-m) didukung oleh naiknya ekspor timah sebesar 60,14 persen.

Peran timah selama Januari-Agustus 2018 tetap mendominasi 80,65 persen.

*Singapura Masih Jadi Tujuan Utama Ekspor Timah

Singapura masih menjadi negara tujuan utama ekspor timah Babel. Sekitar 53,47 persen ekspor timah pada Januari-Agustus 2019 dikirim ke Negeri Singa Putih.

Jika dibandingkan pada Januari-Agustus 2018, ekspor timah ke Singapura pada tahun (berjalan) ini meningkat sekitar 69,44 persen.

(bangkapos.com / Dedy Qurniawan)

Penulis: Dedi Qurniawan
Editor: Ardhina Trisila Sakti
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved