HIRA-nya Merah, Direktur Teknik Sriwijaya Air Khawatir Berpotensi dengan Keselamatan Penerbangan

Direktur Operasi Sriwijaya Air Fadjar Semiarto merekomendasikan agar maskapai tersebut menghentikan operasionalnya untuk sementara waktu

HIRA-nya Merah, Direktur Teknik Sriwijaya Air Khawatir Berpotensi dengan Keselamatan Penerbangan
Pos Belitung/Novita
Pesawat Sriwijaya Air dan Nam Air di Bandara Soekarno Hatta. Foto diambil beberapa waktu lalu. 

BANGKAPOS.COM--Direktur Operasi Sriwijaya Air Fadjar Semiarto merekomendasikan agar maskapai tersebut menghentikan operasionalnya untuk sementara waktu. Sebab saat ini, dia menilai pesawat yang dimiliki maskapai itu berpotensi menimbulkan bahaya jika tetap beroperasi.

“Kalau dibilang sangat membahayakan (tidak), (tapi) berpotensi (berbahaya) iya. Karena dari sisi pesawat yang dirawat dalam kondisi yang limited berpotensi terjadi hal-hal yang di luar yang kita perkirakan,” ujar Fadjar di Jakarta, Senin (30/9).

Fadjar menjelaskan, potensi bahaya muncul karena hazard identification and risk asessment (HIRA) operasional Sriwijaya Air menunjukan angka 4A. Artinya, jika ini tak segera dibenahi, maka operasional Sriwijaya Air bisa terganggu.

Sriwijaya Air Dirundung Masalah, Akankah Tak Terbang Lagi Menyusul Merpati dan Mandala Airlines?

Dianggap Tak Laik Terbang, Sriwijaya Air Kandangkan 18 Pesawat Terbang, Kemhub Awasi Ketat

“Kalau kita tidak bisa perbaiki jadi kuning menurut safety menjadikan kami rawan dari hal-hal kondisi yang normal. Ini yang kami pikirkan,” kata Fadjar.

Fadjar pun mengaku telah melaporkan hal tersebut kepada Plt Direktur Utama Sriwijaya Jefferson Jauwena. Namun, rekomendasi tersebut tak mendapat tanggapan. Lantaran tak ditanggapi, Fadjar memutuskan untuk mundur dari jabatannya.

“Karena surat tidak direspon Plt (Dirut Sriwijaya), malah terkesan tidak mendengarkan, tetap melakukan penerbangan secara normal maka kami menyatakan mengundurkan diri,” ucap dia.

Sementara itu, Direktur Teknik Sriwijaya Air Ramdani Ardali Adang menambahkan, kerjasama Sriwijaya dengan Garuda Maintenance Facility ( GMF) telah dihentikan. Setelah putusnya kerja sama itu, Ramdani mengaku khawatir dengan operasional Sriwijaya. Sebab, dengan tidak adanya kerja sama tersebut, pasokan suku cadang untuk armada Sriwijaya terbatas.

“Setelah putus dengan GMF saya khawatir sekali, HIRA-nya merah. Memang sampai saat ini belum terjadi sesuatu, tapi dari indikasi tersebut berpotensi besar dengan keselamatan penerbangan,” kata Ramdani.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Direktur Operasi: Pesawat Sriwijaya Air Berpotensi Timbulkan Bahaya"
Penulis : Akhdi Martin Pratama

Editor: khamelia
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved