JPU Kesulitan Ungkap Fakta di Persidangan, Terdakwa Pembunuhan Tak Akui Perbuatannya

Kasus pembunuhan dengan pelaku Dwi Santoso (31) terhadap korban Nurmaela (30), warga Desa Perlang di Pantai Tanjung Langka Kelurahan

JPU Kesulitan Ungkap Fakta di Persidangan, Terdakwa Pembunuhan Tak Akui Perbuatannya
bangkapos.com/m rizki
Kasi Pidum Kejaksaan Negeri Bateng Budhi Fitriadi 

JPU Kesulitan Ungkap Fakta di Persidangan, Terdakwa Pembunuhan Tak Akui Perbuatannya

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Kasus pembunuhan dengan pelaku Dwi Santoso (31) terhadap korban Nurmaela (30), warga Desa Perlang di Pantai Tanjung Langka Kelurahan Padang Mulia Kecamatan Koba, Bangka Tengah (Bateng) pada tanggal 13 Mei 2019 lalu memasuki babak baru.

Menurut Kasi Pidum Kejaksaan Negeri Bateng Budhi Fitriadi, saat ini perkembangan kasus tersebut dalam tahap proses persidangan ke 8 di Pengadilan Negeri Koba.

"Saat ini kasus pembunuhan dengan tersangka Dwi Santoso terhadap korban Nurmaela dalam proses persidangan di Kejaksaan Negeri Bangka Tengah," ujar Budhi, Selasa (1/10/2019), di ruang kerjanya.

Ia mengatakan jika pihak jaksa penuntut umum (JPU), sedikit kesulitan dalam pengungkapan fakta di persidangan, hal ini dikarenakan pada saat persidangan pelaku menepis jika ia adalah pelaku pembunuhan tersebut, padahal sebelumnya pada saat rekon pelaku mengaku jika ia adalah pembunuh korban yang merupakan kekasihnya sendiri.

"Pas rekon pelaku mengaku dia yang membunuh, namun dipersidangan, terdakwa tidak mengaku bahwa dia yang membunuh, sehingga dapat dikatakan terdakwa ingkar dalam persidangan dan berusaha mengaburkan kasus,"

Namun berdasarkan fakta di lapangan status tersangka mengarah kepada terdakwa, yang dikuatkan oleh hasil visum, dan saksi di atas lima orang, sesuai dengan berkas P21 yang dikirimkan oleh Polres Bateng. Dan Budhi meyakini cepat atau lambat terdakwa akan mengakui perbuatannya.

Berdasarkan pasal 338 KUHP tentang pembunuhan, terdakwa terancam hukuman penjara maksimal 15 tahun.

Sebelumnya kasus pembunuhan ini dikarenakan cinta segi tiga lantaran korban tidak rela pelaku menikah dengan wanita lain yang menjadi pilihannya, akhirnya terjadi pertengkaran di Pantai Tanjung Langka yang berujung korban tewas dengan cara dicekik dengan menggunakan jilbab korban.

(Bangkapos/Muhammad Rizki)

Penulis: Muhammad Rizki
Editor: Evan
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved