Kapten Kapal bermuatan 8.000 Ton Pasir Ditahan di Pos TNI AL Muntok

Sudah 20 hari Syamsudin kapten kapal Tag Biat Bahari 22 diamankan di Pos TNI AL Muntok, Kabupaten Bangka Barat.

Kapten Kapal bermuatan 8.000 Ton Pasir Ditahan di Pos TNI AL Muntok
Bangka Pos / Anthoni Ramli
Syamsudin kaptem kapal pembawa 8.000 ton pasir saat ditemui di pos TNI AL Muntok Bangka 

Kapten Kapal bermuatan 8.000 Pasir Ditahan di Pos TNI AL Muntok

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Sudah 20 hari Syamsudin kapten kapal Tag Biat Bahari 22 diamankan di Pos TNI AL Muntok, Kabupaten Bangka Barat.

Ia diamankan di Pos TNI AL bersama satu ABK lain, pasca kapal tag boat dan tongkang pengangkut 8.000 ton pasir di Tangkap KRI Kerambit, di perairan Tanjung Ular beberapa waktu lalu.

Sementara 9 ABK lainya bertahan di atas kapal dan tongkang.

Sejak berangkat, Syamsudin telah mewanti wanti pihak perusahaan agar melengkapi seluruh dokumen. Termasuk dokumen Bill Of Lading (B/L). Namun, hal tersebut tidak di gubris sang majikan.

Menurut Syamsudin, ada 8.000 ton pasir yang dimuat dari dalam tonngkang. Pasir tersebut diambil dari Dabo Singkep, dan rencannanya akan dibawa ke Tanjung Priok Jakarta.

"Sudah 20 hari disini. Ditangkapnya di perairan Tanjung Ular. Bawa pasir nya dari Dabo Singkep ada 8.000 ton mau dibawa ke Tanjung Priok. Saya sudah bilang ke bos, kalau BL nya harus ada, cuma dia bilang tidak apa apa. Ya nama nya kita cari makan mau gak mau dibawa. Cuma saya bilang kalau ada apa apa tanggung jawab," ujar Syamsudin, ditemui dari dan Pos TNI AL Muntok, Selasa (1/10/2019).

KRI Amankan Kapal Bermuatan 8.000 Pasir

Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) Kerambit, mengamankan kapal Tag Boat Tanjung Bahari 22 dan Tongkang Bahari 300 bermuatan 8.000 ton pasir bangunan.

Informasi yang diperoleh harian ini, kapal tersebut telah 20 hari diamankan. Saat ini, kapal tag boat dan tongkang bermuatan 8.000 ton pasir tersebut masih diamankan di perairan Belo Laut, Kecamatan Muntok, Kabupaten Bangka Barat.

Sebelumnya ada kabar yang menyebutkan jika kapal dan tongkang tersebut diamankan di dermaga Unmet PT Timah Muntok.
Namun setelah di cek, kapal tersebut berada di perairan Belo Laut.

Wadanpos AL Muntok, Peltu G Tampubolon, mengatakan kapal bermuatan pasir tersebut diamankan kurang lebih hampir 20 hari. kapak tersebut berasal dari Dabo Singkep. Alasan diamankannya kapal tersebut lantaran, masih ada sejumlah dokumen yang belum lebgkap.

Menurutnya, saat ini kapten dan ABK tersebut telah menjalani pemeriksaan dan telah dikembalikan ke kapal.

"Kalau kapalnya ada di belo Laut. Untuk kapten dan ABK telah dikembalikan ke Kapal, Kemarin diamankan karena ada dokumen yang belum lengkap," ujar G Tampubolon, mewakili Danpos Al Muntok, Lelda Laut (S) Imawan, Selasa (1/10/2019)

Penulis: Antoni Ramli
Editor: Evan
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved