Dinas UMKM Pangkalpinang Tera Ulang Timbangan Pedagang

Sidang tera ditujukan kepada pedagang yang menggunakan alat ukur takar, timbang dan perlengkapannya (UTTP).

Dinas UMKM Pangkalpinang Tera Ulang Timbangan Pedagang
Ist/Agusfendi
Tera ulang timbangan di pasar pagi Pangkalpinang, Senin (30/9/2019) 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Dinas Koperasi, UMKM dan Perdagangan Kota Pangkalpinang melakukan sidang tera kepada pedagang di pasar pagi, Senin (30/9/2019).

Sidang tera ditujukan kepada pedagang yang menggunakan alat ukur takar, timbang dan perlengkapannya (UTTP).

Alat ukur dan timbangan tersebut seperti timbangan bandul di pasar-pasar, termasuk alat ukur BBM di SPBU.

Kepala dinas koperasi, UMKM dan Perdagangan, Agusfendi, mengatakan, tera ulang wajib dilakukan sesuai regulasi metrologi regals.

Tujuannya untuk melindungi dan menjamin masyarakat dari kebenaran dan ketepatan ukuran saat bertransaksi.

"Selama ini kesadaran masyarakat untuk tera ulang, masih kurang terutama timbangan kecil sehingga kami mendatangi pedagang di pasar- pasar untuk menera ulang timbangan. Meski ada beberapa diantaranya yang dengan kesadarannya sendiri menera-ulangkan timbangannya ke bidang metrologi," ujar Agusfendi kepada bangkapos.com

Dia menambah tera ulang harus dilakukan setiap satu kali dalam setahun tahunnya untuk mendapat keakuratan ukuran yang dipersyaratkan. Pihaknya mengimbau agar pelaku usaha mentaati ketentuan regulasi metrologi legal dengan peneraan ulang, baik yang dilakukan ke tempat pemakai seperti di SPBU, atau alat-alat yang bisa dibawa untuk diteraulangkan di kantor.

Sampai saat ini pun, menurutnya, masih terus dilakukan pembinaan terhadap masyarakat yang belum mematuhi ketentuan tera ulang seperti yang diamanatkan Undang-Undang Nomor 2/1981.

"Jangan sampai alat UTTP yang dalam pengukurannya tidak sesuai dengan ketentuan sebagaimana dipersyaratkan yang dampaknya akan merugikan konsumen," ujarnya.

Sidang tera ulang di tempat tahun 2019 hanya 843 unit alat UTTP di tujuh lokasi yakni di Pasar Ratu Tunggal, Pasar Pagi, Pasar Rumput, Pasar Parit Lalang, Pasar kaget Air Itam, Pasar kaget Irian dan Pasar kaget Kerabut. Sedangkan data hasil pengawasan dipasar ada 1351 unit.

Agus menambah, pelaksanaan pemungutan retribusi sidang tera di tempat ini berdasarkan Peraturan daerag nomor 5 tahun 2019 tentang Retribusi Jasa Umum, dengan tarif timbangan pasar sebesar Rp 4000,- atau disesuaikan dgn jenis alat UTTPnya.

"Respon masyarakat tadi bagus dan dari pedagang juga, karena ini wajib. Kami pun masih menunggu timbangan dari masyarakat yang punya usaha di tempat tinggal untuk lakukan tera ulang," tukas Agus.

(bangkapos.com/irakurniati)

Editor: Ardhina Trisila Sakti
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved