Info Kesehatan

Penjelasan Dokter Spesialis THT Siloam Bangka Tentang Pilek Berulang (Rhinitis Alergi)

Pilek berulang atau biasa dikenal dengan Rhinitis Alergi biasa terjadi pada semua orang terutama pada seseorang yang punya riwayat alergi

Penjelasan Dokter Spesialis THT Siloam Bangka Tentang Pilek Berulang (Rhinitis Alergi)
ist/Pilek Berulang (Rhinitis Alergi)
dr.Roni Januardi, Sp.T.H.T.K.L dari RS.Siloam Bangka 

SARAN dr.Roni Januardi, Sp.T.H.T.K.L dari RS.Siloam Bangka, bila ada keluhan pilek yang berulang, jangan dianggap remeh. Hati-hati dengan sinusitis dan polip yang terjadi pada hidung anda.

Pilek berulang biasa terjadi pada semua orang, terutama pada seseorang yang punya riwayat alergi. Pilek berulang karena alergi, biasa dikenal dengan Rhinitis Alergi.

Terjadi karena inflamasi mukosa hidung yang disebabkan oleh alergen yang terhirup. Keluhan juga dapat disertai dengan asma dan konjungtivitis (mata berair). Seseorang dengan rhinitis alergi yang berat dapat mengakibatkan terganggunya kualitas hidup, terganggunya pola tidur, dan menurunnya produktivitas kerja.

Pilek Berulang Akibat Rhinitis Alergi.

Gejala klasiknya adalah hidung tersumbat, hidung gatal, hidung ber-ingus, dan bersin. Pemeriksaan menyeluruh dari dokter spesialis THT, meliputi pemeriksaan fisik, nasoendoskopi dan uji tes alergi penting untuk menegakkan diagnosis rinitis alergi.

Pada rhinitis alergi, sel-sel radang banyak terdapat di permukaan hidung (mukosa hidung), hal ini terjadi karena terpapar atau terhirup alergen melalui hidung. Paling umum alergen yang dapat terhirup adalah tungau yang terdapat pada debu rumah, serpihan kulit mati, residu dari kecoak (kaki atau sayap), bulu hewan peliharaan, dan jamur.

Menurut dr.Roni Januardi, Sp.T.H.T.K.L, rhinitis alergi dapat dibagi menjadi dua bagian besar. Pertama bila terjadi hilang timbul (bila keluhan terjadi kurang dari 4 hari dalam 1 minggu) dan Kedua terjadi terus menerus (bila keluhan terjadi lebih dari 4 hari dalam 1 minggu).

Bila dibagi berdasarkan derajat keparahan, rhinitis alergi ringan dan rhinitis alergi sedang atau berat. Rinitis alergi biasanya merupakan kondisi lama yang sering tidak terdeteksi pada pelayanan kesehatan primer. Seorang yang mengalami rhinitis alergi tidak menyadari dampak akan kualitas hidup, fungsi organ pernafasan dan jarang sekali mencari perawatan medis. Anamnesis yang tepat harus dilakukan pada pasien rhinitis alergi, riwayat keluhan dan riwayat penyakit keluarga.

Anamnesis dan pemeriksaan fisik yang menyeluruh adalah landasan untuk menegakkan diagnosis rinitis alergi. Tes alergi juga penting untuk memastikan bahwa alergi yang mendasari menyebabkan rhinitis.

Evaluasi terhadap lingkungan rumah, pekerjaan, dan sekolah seorang rhinitis alergi direkomendasikan untuk menentukan pemicu potensial dari rinitis alergi. Anamnesis juga harus mencakup pertanyaan pasien mengenai riwayat keluarga, dampak gejala pada kualitas hidup dan adanya asma, bernafas lewat mulut, mendengkur, Sleep Apnea (henti nafas saat tidur ±10 detik), adanya gejala sinusitis, radang pada telinga tengah atau polip hidung. (*/Adv)

Penulis: iklan bangkapos
Editor: khamelia
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved