Satu Unit Alat Berat Diamankan di Parit Enam Akibat Lakukan Penambangan Ilegal

Tim gabungan Polres Pangkalpinang dan Sat Pol PP Kota Pangkalpinang berhasil mengamankan satu unit alat berat excavator merek Hitachi

Satu Unit Alat Berat Diamankan di Parit Enam Akibat Lakukan Penambangan Ilegal
Bangkapos.com/Rizky Irianda Pahlevy
Satu unit alat berat excavator merek Hitachi, yang diamankan di Polres Pangkalpinang, Selasa (1/10/2019). 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Tim gabungan Polres Pangkalpinang dan Sat Pol PP Kota Pangkalpinang berhasil mengamankan satu unit alat berat excavator merek Hitachi, Selasa (01/10).

Alat berat tersebut diamankan karena diduga sedang melakukan aktivitas dengan membuka lahan pertambangan di wilayah Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Parit enam.

"Wilayah Kota Pangkalpinang tidak ada yang namanya pertambangan. Dengan demikian siapapun yang melakukan aktivitas pertambangan di wilayah Kota Pangkalpinang akan kita tertibkan," tegas Kabag Ops Polres Pangkalpinang, Kompol Jadiman Sihotang

Sebelum dilakukan pengamananan Kabag Ops Polres Pangkalpinang mendapat informasi langsung dari Sat Pol PP Kota Pangkalpinang bahwa ada alat berat di lokasi TPA Parit 6.

"Ada laporan dari Sat Pol Istiono dan kita langsung menuju ke lokasi untuk memastikan keberadaan alat berat tersebut dan ternyata setelah kita tiba alat berat tersebut sudah bergeser dari lokasi semula," ungkap Jadiman.

Sebelum alat berat diamankan, tim dari Sat Pol Kota Pangkalpinang sudah menyita satu buah kunci alat berat.

"Sat Pol PP meminta bantuan kita untuk bersama sama berkoordinasi mengamankan alat berat yang beraktivas dilahan TPA Parit 6. Saat diamankan salah satu operator alat berat itu kabur entah kemana," kata Jadiman.

Diketahui sebelumnya, lokasi TPA Parit enam sudah berulang kali dilakukan penertiban oleh  tim gabungan.

"Aktivitas tambang di sini sudah berulang kali dilakukan penertiban. Kini para penambang kembali lagi melakukan aktivitas," tuturnya

Terkait alat berat tersebut saat ini sudah diamankan di Polres Pangkalpinang.

"Hingga kini kita masih menunggu pemilik alat berat untuk kita mintai keterangan," jelasnya.

Plt Kasat Pol PP Kota Pangkalpinang, Susanto menambahkan, Parit enam tepatnya di lokasi TPA sekarang sudah hancur. Begitu juga jarak lokasi pertambangan dari bibir jalan kurang lebih 10 meter,

"Aset yang dibuat oleh Pemkot sudah hancur. Ini hampir memakan jalan utama. Jika dibiarkan, aset kita tambah hancur begitu juga akses jalan bisa putus," tutupnya. 

(bangkapos.com/Rizky Irianda Pahlevy)

Penulis: Rizki Irianda Pahlevy
Editor: Ardhina Trisila Sakti
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved