Simak Tips dari Pegawai Honorer Kemenag Pangkalpinang Siasati Tingginya Biaya Hidup di Babel

Tingginya biaya hidup di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung turut dirasakan oleh Ari Kurniawan, pegawai honorer di Kemenag Pangkalpinang

BANGKAPOS.COM - Tingginya biaya hidup di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung turut dirasakan oleh Ari Kurniawan, pegawai honorer di Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Pangkalpinang.

Ari mengungkapkan, dengan gaji sebagai pegawai honorer yang hanya sekitar dua jutaan per bulannya, ia merasa tidak mencukupi untuk memenuhi kebutuhan hidupnya sehari-hari.

Ditambah lagi dengan statusnya yang sudah berkeluarga dan memiliki satu orang anak, dengan jumlah penghasilan yang bisa dikatakan minim tersebut, tentunya harus bisa mensiasatinya dengan baik agar dapat bertahan di tengah-tengah kondisi ekonomi yang dirasakannya cukup sulit saat ini.

“Untuk menambah penghasilan sehingga dapat mencukupi biaya hidup, pada hari libur saya pun melakukan pekerjaan sambilan, yaitu berkebun dengan menanam lada,” tukas Ari.

Ditambahkannya, pekerjaan sampingan berkebun lada tersebut juga belum dapat membuatnya bisa memenuhi kebutuhan hidup secara maksimal, karena kondisi harga lada sekarang ini kurang stabil dan cenderung terus turun.

“Untungnya, saya juga dibantu oleh istri dalam mencari nafkah dengan bekerja di perusahaan swasta, sehingga dapat membantu mencukupi kebutuhan rumah tangga dan kebutuhan anak,” imbuh Ari.

Dirinya pun berharap, pemerintah dapat menstabilkan harga, sehingga biaya hidup yang dikeluarkan masyarakat setiap bulannya tidak terlalu tinggi dan bisa disesuaikan dengan penghasilan yang didapat.

“Saya juga berharap, agar kedepannya pemerintah dapat memperhatikan nasib tenaga honorer seperti kami ini, terutama untuk hal penghasilan, sehingga kami dapat merasakan hidup dengan lebih sejahtera,” harapnya.

Diketahui sebelumnya berdasarkan data kemiskinan makro yang dikeluarkan Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2019, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) masuk peringkat ke-4 terendah persentase jumlah penduduk miskin, yaitu 4,62%, sedangkan angka rata-rata persentase jumlah penduduk miskin nasional 9,41%.

Namun Provinsi Kepulauan Babel tertinggi se-Indonesia dalam garis kemiskinan (biaya hidup) dengan angka Rp 677.716 l, sedangkan rata-rata nasional Rp 425.250.

(Bangkapos.com/Edwardi)

Penulis: edwardi
Editor: Tomi
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved