Breaking News:

Berita Pangkalpinang

Wanita Penjual Belacan Ini Beberkan Fakta Penghuni Lapas Tawarkan Dirinya Jadi Kurir Narkoba

Polres Pangkalpinang gelar konferensi pers terkait penangkapan kasus narkoba dengan tersangka SO, Rabu (2/10/2019).

(Bangka Pos/Rizky Irianda Pahlevy)
Tersangka SO bersama Kabag Ops Polres Pangkalpinang Kompol Jadiman Sihotang menunjukkan barang bukti narkoba jenis sabu-sabu, Rabu (2/10/2019). 

BANGKAPOS.COM, BANGKA--Polres Pangkalpinang gelar konferensi pers terkait penangkapan kasus narkoba dengan tersangka SO, Rabu (2/10/2019).

Tersangka SO (30) ditangkap pada Rabu (25/09) di jalan Menara Kecamatan Gerunggang Kota Pangkalpinang pada pukul 15.30.

SO ditangkap usai dirinya kedapatan membawa narkotika jenis sabu-sabu seberat 5,74 gram. SO dalam konferensi pers mengaku mengantar narkoba usai ditawari oleh satu di antara penghuni lapas.

"Waktu jenguk adik di lapas narkoba, terus ada penghuni lapas juga yang nawarin saya buat nganter barang itu. Barang itu dilempar orang di jalan, terus ku ambil barang itu untuk dianter ke orang," ujar SO dalam konferensi pers.

Kabag Ops Polres Pangkalpinang Kompol Jadiman Sihotang seizin Kapolres Pangkalpinang AKBP Iman Risdiono yang memimpin konferensi pers mengatakan, masih dalam penyelidikan terhadap pelaku yang menawarkan sabu-sabu kepada SO.

"Barang bukti itu karena mereka pernah bicara di lapas, karena adeknya juga Narkoba juga. Masih dalam penyidikan dan tetap kita akan berkoordinasi dengan lapas dan akan kita lakukan pemeriksaan selanjutnya," jelas Kompol Jadiman Sihotang.

SO yang sehari-harinya berjualan belacan keliling mengaku terpaksa melakukan pekerjaan haram, usai sang suaminya sakit dan tak bisa berjalan.

"Harga ini Rp 6 juta jadi nanti dibagi dua untuk saya. Melakukan seperti ini karena suami sakit asam urat jadi dak bisa jalan lagi," ungkapnya.

Barang bukti enam paket narkotika jenis sabu-sabu, empat buah plastik bening, satu buah botol, satu buah dompet dan handphone diamankan Polres Pangkalpinang.

Akibat perbuatannya SO mendapatkan dua pasal yaitu pasal 112 UU nomor 35 dan pasal 114 UU nomor 35 tahun 2009 dengan hukuman paling singkat lima tahun penjara dan maksimal 20 tahun penjara serta denda maksimal Rp 20 Miliyar.

(Bangka Pos/Rizky Irianda Pahlevy).

Penulis: Rizki Irianda Pahlevy
Editor: khamelia
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved