Wow, Bangka Barat Bakal Punya Perpustakaan Ikonik dan Modern di Tahun 2020

Pemerintah Daerah Kabupaten Bangka Barat (Babar) segera membangun perpustakaan yang akan menjadi ikon baru di Bumi Sejiran Setason

Wow, Bangka Barat Bakal Punya Perpustakaan Ikonik dan Modern di Tahun 2020
Ist
Bupati Markus SH didampingi Plt Sekda M. Effendi, Kepala Perpusda Ismantho dan Kabiro Hukum Perencanaan Perpusnas RI DR. Joko Santoso, M. Hum. 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Pemerintah Daerah Kabupaten Bangka Barat (Babar) segera membangun perpustakaan yang akan menjadi ikon baru di Bumi Sejiran Setason.

Perpustakaan dengan konsep desain modern tersebut bakal dibangun pada lahan seluas 1 hektar di pusat Kota Muntok dengan anggaran sebesar Rp 10 miliar pada tahun 2020 mendatang.

Bupati Bangka Barat Markus menyampaikan, pembangunan perpustakaan modern sangatlah penting. Apalagi di era milenial seperti sekarang ini, anak-anak lebih suka mencari bahan bacaan melalui internet atau gadget.

"Di sini keberadaan perpustakaan daerah mendapat tempatnya. Eksistensi perpustakaan menjadi salah satu jalan meningkatkan minat baca masyarakat. Keberadaan buku-buku yang mudah diakses dan tersedia untuk dibaca juga sangat penting menambah wawasan dan informasi bagi masyarakat di Bangka Barat, sehingga akan menciptakan masyarakat yang berwawasan dan berilmu pengetahuan. Sebab, keberhasilan suatu daerah atau wilayah sangat dipengaruhi kualitas sumber daya masyarakatnya," kata Bupati Markus saat audiensi dengan tim monev terpadu pelaksanaan program pengembangan perpustakaan, Kamis (3/10) siang.

Politisi PDI Perjuangan ini berharap, hadirnya perpustakaan modern di Bangka Barat nantinya tidak hanya menarik minat baca masyarakat, namun dapat juga dimanfaatkan masyarakat untuk pengembangan pendidikan.

“Kami berharap siswa, mahasiswa, guru-guru dan para dosen bisa memanfaatkan fasilitas yang ada di perpustakaan ini untuk kepentingan pendidikan kita,” terangnya.

Pembangunan perpustakaan modern di Bangka Barat ini dianggarkan senilai Rp10 miliar dan bersumber dari dana alokasi khusus (DAK) perpustakaan nasional tahun 2020.

Menurut Bupati Markus, dengan anggaran sebesar ini, maka perpustakaan modern bertaraf nasional dan satu-satunya di Provinsi Bangka Belitung ini tidak hanya menjadi ikon, namun harus jadi perpustakan terbaik.

Sebelumnya, Kepala Perpustakaan Daerah Bangka Barat, Ismantho menyebut, perpustakaan ini akan dibangun 2 lantai, dimana lantai 1 akan ada lobby, ruang kepala perpustakaan, kantor, ruang perpustakaan umum, ruang multimedia/IT, ruang perpustakaan anak, dan toilet.

"Kemudian di lantai 2 akan disediakan ruang audio visual, ruang diorama dan pameran, ruang pojok seni dan budaya, ruang musik, ruang bilik sejarah, gudang dan toilet," katanya beberapa waktu lalu.

Kepala Biro Hukum dan Perencanaan Perpustakaan Nasional Dr. Joko Santoso M. Hum menyebut, perpustakaan nasional hadir di daerah dengan tujuan mengubah mindset bahwa ketika orang datang ke perpustakaan tidak hanya untuk membaca, tapi juga untuk berbagai macam hal termasuk juga belajar secara kontekstual terkait berbagai persoalan di masyarakat saat ini, juga belajar berbagai macam ketrampilan berbasis pengetahuan.

Plt Sekda Babar M. Effendi dan Kepala Perpusda Ismantho saat mendampingi tim survey dari pusat memantau lokasi pembangunan perpustakaan modern di Kota Muntok.
Plt Sekda Babar M. Effendi dan Kepala Perpusda Ismantho saat mendampingi tim survey dari pusat memantau lokasi pembangunan perpustakaan modern di Kota Muntok. (Ist)

"Harapan kami nanti perpustakaan modern ini menjadi tempat yang ramai, menjadi satu destinasi baru untuk masyarakat bisa bersilaturahmi dan melakukan berbagai aktifitas. Tentu ini tidak mungkin terlaksana jika perpustakaannya masih sempit untuk ruang bacanya, apalagi belum punya gedung yang representatif," jelas Joko.

Lebih jauh Joko menerangkan, bantuan DAK adalah program yang digulirkan pemerintah pusat c.q Bappenas dan Perpustakaan Nasional berupa bantuan khusus di bidang perpustakaan.

"Semoga pembangunan gedung fasilitas layanan perpustakaan senilai Rp 10 miliar ini bisa mengakomodir harapan masyarakat untuk mendapatkan informasi dan pengetahuan seluasnya. Kita ingin menjadikan perpustakaan sebagai bangku terakhir pendidikan bagi semua orang, sebab orang butuh informasi tentu tidak hanya di bangku sekolah formal," tandasnya.

Turut hadir dalam audiensi ini Plt Sekda M. Effendi, Kepala Perpusda Ismantho, pimpinan OPD terkait serta tim monev dari pusat terdiri dari ketua tim Dr. Joko Santoso M. Hum, Kasubdit Kebudayaan Direktorat Pendidikan Tinggi, Iptek dan Kebudayaan Bappenas Didik Darmanto S. Sos, Kasubag Monitoring dan Evaluasi Program Anggaran Tubu PB Simanjuntak, Kasi Pemantauan dan Evaluasi DAK Fisik Dit. Dana Perimbangan DJPK Kemkeu Danang Yulianto, Pustakawan Ahli Madya Sukoyo S. Sos, staf sub direktorat pendidikan tinggi, iptek dan kebudayaan Bappenas Setyadi Sulaiman, Perencana ahli pertama Rinda Triyanti, dan Pelaksana Subdit DAK fisik dana perimbangan DJPK Ramadhan Dwi Pratama.

Editor: Ardhina Trisila Sakti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved