Berita Bangka Tengah

Cegah Malpraktik Pendidikan, Himpaudi Bateng Gelar Diklat Berjenjang Tingkat Dasar

Jumat (4/10/2019) merupakan hari terakhir dari kegiatan Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) berjenjang tingkat dasar bagi guru dan tenaga kependidikan

Cegah Malpraktik Pendidikan, Himpaudi Bateng Gelar Diklat Berjenjang Tingkat Dasar
Bangkapos.com/Muhammad Rizki
Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) berjenjang tingkat dasar bagi guru dan tenaga kependidikan PAUD, Jumat (4/10/2019) di Gedung Diklat Kabupaten Bangka Tengah (Bateng). 

BANGKAPOS.COM, BANGKA-- Jumat (4/10/2019) merupakan hari terakhir dari kegiatan Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) berjenjang tingkat dasar bagi guru dan tenaga kependidikan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), di gedung diklat Kabupaten Bangka Tengah (Bateng).

Ketua Kegiatan Diklat, Sumiaty mengatakan, kegiatan yang diselenggarakan oleh Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini (Himpaudi) ini bertujuan untuk mengasah kemampuan guru PAUD, jangan sampai terjadi malpraktik dalam mendidik anak usia dini.

"Kalau dokter ada malpraktik itu kelihatan, tapi kalau malpraktik pendidikan tidak terlihat, tapi dampak jangka panjangnya yang akan terlihat," ujar Sumiaty, Jumat (4/10) kepada Bangkapos.com

Ia mengatakan,  kegiatan inidiikuti oleh 52 pengajar PAUD se Bateng ini bersifat mandiri, yang pendanaannya berasal dari insentif guru dari Pemkab Bateng yang disisihkan dan dikolektif bersama.

Pengisi materi dari kegiatan diklat ini adalah narasumber pimpinan wilayah Himpaudi Provinsi Bangka Belitung (Babel) Dinas Kesehatan Bateng, pusat layanan autis anak Babel, Dosen STAIN, dan Pimpinan Daerah Himpaudi Bateng.

Kegiatan ini berjalan setiap tahun, bahkan tahun kemarin menurut Sumiaty, mendapat bantuan dari pusat, sehingga bisa dibuka dua kelas, dengan jumlah peserta sebanyak 80 orang.

Nantinya para pengajar PAUD ini akan mendapatkan sertifikat tingkat dasar. Dikatakannya, 95 persen pengajar PAUD di Bateng sudah memiliki sertifikat tingkat dasar, 25 persen tingkat lanjut, dan tingkat mandiri 5 persen.

"Sedikitnya pengajar yang memiliki sertifikat tingkat mandiri karena biaya mahal, bisa Rp 1,3 juta untuk biaya diklat, kalau tingkat lanjut Rp 600 ribu, dan tingkat dasar hanya Rp 450 ribu," jelas Sumiaty.(Bangkapos/Muhammad Rizki)

Penulis: Muhammad Rizki
Editor: nurhayati
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved