Kriminalitas

Kapolres Bangka Bantah Residivis Mati Dianiaya dan Ditembak Polisi, Begini Penjelasannya

Beredar kabar tak sedap seorang tersangka pelaku pencurian mati dianiaya dan ditembak oleh oknum polisi.

Kapolres Bangka Bantah Residivis Mati Dianiaya dan Ditembak Polisi, Begini Penjelasannya
Bangkapos.com/Fery Laskari
Kapolres Bangka AKBP Aris Sulistyono

BANGKAPOS.COM,BANGKA-- Beredar kabar tak sedap seorang tersangka pelaku pencurian mati dianiaya dan ditembak oleh oknum polisi. Namun kabar ini dibantah langsung oleh Kapolres Bangka AKBP Aris Sulistyono saat jumpa pers pada sejumlah awak media di ruang kerjanya, Jumat (4/10/3019).

Didampingi Wakapolres Bangka Kompol S Sophian, Jumat (4/10/2019), Kapolres menegaskan, tersangka pelaku yang meninggal karena sakit saat pengembangan kasus sedang dilakukan polisi. "Jadi bukan karena mati ditembak atau dianiaya, melainkan karena sakit,"  tegas kapolres.

Suasana jenazah Burhani (28) di ruang mayat RSUD Depati Bahrin Sungailiat Bangka, Jumat (4/10/2019)
Suasana jenazah Burhani (28) di ruang mayat RSUD Depati Bahrin Sungailiat Bangka, Jumat (4/10/2019) (Bangkapos.com/Fery Laskari)

Kapolres mengaku, bakal menghadirkan dokter atau tim medis pada jumpa pers pada waktu yang ditentukan nanti. Pihak kedokteran didampingi polisi rencananya bakal merinci penyebab meninggalnya tersangka pelaku atas nama Burhani (28), Warga KD Mentok Pugul Kecamatan Riausilip Bangka.

"Tersangka yang meningal dunia ini merupakan warga Kecamatan Riausilip, residivis pencurian pemberatan (Curat). Ada enam orang yang diamankan, satu di antaranya, yang meninggal karena sakit ini," jelas kapolres membantah isu yang menyebutkan, pelaku bernama Burhani (28), Warga KD Mentok Pugul Riausilip itu mati karena dianiaya dan ditembak polisi. (Bangkapos.com/Fery Laskari)

Penulis: ferylaskari
Editor: nurhayati
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved