Advertorial

PT SAML Kantongi Izin Berinvestasi di Desa Mendo

MASYARAKAT Desa Mendo Kecamatan Mendobarat menerima kehadiran perkebunan kelapa sawit PT Sinar Agro Makmur Lestari (SAML)

PT SAML Kantongi Izin Berinvestasi di Desa Mendo
ist/PT Sinar Agro Makmur Lestari (SAML)
Pihak pemerintah desa Mendo 

BANGKAPOS.COM, BANGKA-- Masyarakat Desa Mendo, Kecamatan Mendobarat menerima kehadiran perkebunan kelapa sawit PT Sinar Agro Makmur Lestari (SAML) yang akan berinvestasi di wilayah setempat.

PT SAML saat ini sudah mengantongi izin untuk pengelolaan lahan di Desa Mendo seluas 700 Hektare (Ha) dari Bupati Bangka.

"PT SAML sudah ada izin dan waktu itu kami tidak melakukan sosialisasi kepada masyarakat Mendo karena mengingat ada pilkada dan pilpres maka tertunda," jelas Okto Heriyanto mewakili Direktur PT SAML, Kamis (3/10) di Kantor PT SAML di Pangkalpinang.

PT SAML melakukan sosialisasi pada tanggal 3 September 2019 yang dihadiri Dinas Pertanian Bangka, BLH Bangka, Bagian Hukum Pemkab Bangka, Dinas PUPR, Camat Mendobarat, tokoh masyarakat, tokoh agama dan tokoh pemuda serta perangkat Pemdes Mendo dan masyarakat.

Dalam kesempatan itu Okto menjelaskan bahwa PT SAML belum menggarap lahan perkebunan kelapa sawit. Namun menurutnya, mereka baru merintis batas-batas sesuai dengan izin yang telah diberikan kepada PT SAML."PT SAML mengacu pada UU Pertanian membangun kebun 20 persen pola plasma untuk masyarakat," ujar Okto. Okto menambahkan bahwa sesuai izin bahwa PT SAML tidak merasa ada tumpang tindih.

Mengenai laporan Pemerintah Desa Mendo ke Kepolisian, maka ini sudah ada proses hukumnya.
"Karena sudah ada proses hukum maka kami menunggu lanjutannya," ujarnya.

Dijelaskannya dalam hal ini PT SAML merasa dirugikan, yang seharusnya sudah bisa menggarap dan membangun kebun inti maupun plasma. Sedangkan Pemkab Bangka meminta laporan progress untuk pembangunan perkebunan sawit.

"Dengan adanya persoalan ini, maka untuk menggarap dan membangun kebun tertunda," ungkap Okto.
Dari beberapa pembangunan perkebunan kelapa sawit di Bangka, Bangka Barat dan Belitung sudah dinikmati oleh masyarakat setempat.

Direktur PT SAML, Datuk H Ramli Sutanegara menjelaskan bahwa PT SAML memiliki izin lokasi di Desa Mendo Kecamatan Mendobarat seluas 700 Ha berdasarkan Surat Izin yang dikeluarkan Bupati Bangka Nomor: 188.45/1285/DinperKPP/2018.

Mengenai adanya persoalan lahan yang diperjualbelikan itu sudah disampaikan perangkat desa ke Polres Bangka.

Halaman
123
Editor: nurhayati
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved