Berita Pangkalpinang

Peringatan Keras Dilarang Menambang Tertancap di Kolong Pungguk hingga Alur Sungai Koba

Peringatan keras tersebut ditujukan kepada para penambang di sana, mulai dari area seputar kolong Pungguk hingga alur Sungai Nibung.

Peringatan Keras Dilarang Menambang Tertancap di Kolong Pungguk hingga Alur Sungai Koba
(Ist/Kecamatan Koba)
Sosialisasi Para Penambang di Kolong Pungguk Koba. 

BANGKAPOS.COM  - "Peringatan Keras! Dilarang Melakukan Aktivitas Penambangan Secara Ilegal Di Kawasan Ini".

itulah sedikit kutipan spanduk peringatan keras dari Polsek Koba yang tertancap di areal seputaran Kolong Pungguk di belakang pasar modern Kota Koba.

Peringatan keras tersebut ditujukan kepada para penambang di sana, mulai dari area seputar kolong Pungguk hingga alur Sungai Nibung.

//

Pihak Kecamatan Koba, bersama Polsek, Koramil Koba, dan Satpol PP melakukan sosialisasi agar para penambang menghentikan aktivitasnya atau harus siap berhadapan dengan sanksi hukum berlaku tentang penambangan, Rabu (2/10).

Camat Koba Muslimin membenarkan hal tersebut, ia mengatakan jika dirinya dan pihak berwajib telah memberikan peringatan keras kepada para penambang untuk tidak lagi beraktivitas disana.

Sosialisas Para Penambang di Kolong Pungguk Koba.
Sosialisas Para Penambang di Kolong Pungguk Koba. ((Ist/Kecamatan Koba))
//

"Pihak Kecamatan Koba, Polsek, Koramil dan Satpol PP telah memberikan peringatan keras kepada penambang disana untuk menghentikan aktivitas tambang disana," ujar Muslimin kepada bangkapos.com, Kamis (3/10).

Bukan tanpa alasan Muslimin mengatakan jika aktivitas tambang di daerah rawan banjir, atau daerah aliran sungai (DAS) dapat membuat upaya.pemerintah untuk melakukan pengerukan alur sungai Nibung menjadi sia-sia.

Di spanduk tersebut juga dicantumkan ancaman bagi penambangan ilegal, yaitu pasal 158 UU Nomor 4 tahun 2009, bahwa setiap orang melakukan usaha penambangan tanpa IP, IPR dan IUPK dipidana penjara paling lama 10 tahun dan denda paling banyak Rp10 miliar.

Terpisah Kapolres Bateng Akbp. Slamet Ady Purnomo mengatakan jika dalam mengatasi para penambang ilegal pihaknya sudah melakukan pendekatan dan pembinaan, seperti sosialisasi langsung atau pun dengan bentuk spanduk.

"Kita sudah coba lakukan pendekatan dan pembinaan, sudah kami pasang spanduk larangan tambang juga disana," ujar Slamet, Kamis (3/10) di ruang kerjanya.

Saat ini juga ia mengaku jika masih terus mempelajari cara terbaik untuk mengatasi masalah ini, ia mengaku tidak akan bertindak gegabah untuk menghindari konflik.

(bangkapos.com/Muhammad Rizki)

Penulis: Muhammad Rizki
Editor: khamelia
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved