Berita Sungailiat

Ratusan Masyarakat Gabungan Gelar Demo Tanpa Anarkis di Dua Tempat, Begini Aksi Mereka

Sejumlah aksi demo digelar di dua tempat, Kuala Mapur Riausilip dan di Desa Mendo Kecamatan

Ratusan Masyarakat Gabungan Gelar Demo Tanpa Anarkis di Dua Tempat, Begini Aksi Mereka
istimewa
Suasana demo di Kuala Mapur Kecamatan Riausilip Bangka, Sabtu (5/10/2019). 

BANGKAPOS.COM, BANGKA  -- Sejumlah aksi demo digelar di dua tempat Sabtu (5/10/2019), masyarakat gabungan berbagai desa menggelar aksi protes di Kuala Mapur Riausilip dan di Desa Mendo Kecamatan Mendobarat Bangka.

Aksi demo pertama, Sabtu (5/10/2019) dilakukan nelayan gabungan Dusun -Dusun Airantu- Dusun Bedukang Desa Deniang Kecamatan Riausilip dan Desa Mapur Riausilip serta Kelurahan Akeh- Kelurahan Matras Sungailiat Bangka.

Lebih seratus orang datang ke lokasi tambang ilegal di Kuala Mapur Desa Mapur. Mereka meminta aparat bertindak tegas segera menyuruh pemilik tambang timah ilegal angkat kaki.

Walaupun dua hari sebelumnya tim Pol PP dan Polsek Riausilip sudah mengintruksikan agar penambang ilegal di Kuala Mapur mengentikan aktivitas, namun nelayan gabungan tetap berunjuk rasa di lokasi tambang itu.

Sebab para penambang dan peralatan tambang masih ada di lokasi yang dimaksud walaupun tanpa aktivitas.

Demo nelayan tersebut merupakan kelanjutan pengusiran tambang timah ilegal, sebelumnya di Pantai Akeh-Matras Sungailiat oleh nelayan gabungan yang sama.

Nelayan menilai pihak kepolisian selama ini terkesan membiarkan aktivitas ilegal, padahal sudah beberapa kali nelayan menyampaikan keluhan.

Apalagi keberadaan tambang ilegal merambah hutan mangrove di sungai dan muara tersebut sudah terjadi sejak lama.

Suasana demo di Desa Mendo Kecamatan Mendobarat oleh masyarakat gabungan tiga desa terkait protes pada PT SAML, Sabtu (5/10/2019).
Suasana demo di Desa Mendo Kecamatan Mendobarat oleh masyarakat gabungan tiga desa terkait protes pada PT SAML, Sabtu (5/10/2019). (istimewa)

Sementara itu, aksi unjuk rasa mendapat pengawalan Polsek Riasuilip. Di hadapan demonstran pihak kepolisian sektor setempat memastikan, dua hari sebelumnya,

Polsek Riasuilip dan Satpol PP Bangka sudah datang menemui penambang dan meminta penambang menghentikan aktivitas. Saat itu, Kamis (3/10/2019) Polsek Riausilip, Pol PP Bangka dan Kasi raTnstip Kecamatan Riausilip , meminta penambang tak lagi menambang di daerah itu.

Halaman
1234
Penulis: ferylaskari
Editor: Ardhina Trisila Sakti
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved