Tim Gabungan Ungkap Pembobolan Dua Pabrik Smelter Timah di Sungailiat

Terungkap fakta, Burhani (28) ditangkap karena diduga membobol dua pabrik peleburan timah (Smelter) di Sungailiat.

Tim Gabungan Ungkap Pembobolan Dua Pabrik Smelter Timah di Sungailiat
(Bangkapos/Ferylaskari)
Aris Sulistyono 

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Terungkap fakta, Burhani (28) ditangkap karena diduga membobol dua pabrik peleburan timah (Smelter) di Sungailiat.

Dia tak sendiri namun melibatkan pelaku lainnya, yang juga telah ditangkap oleh Tim Gabungan Polres Bangka dan Tim Jatanras Polda Babel.

"Spesialis pencuri timah diungkap tim gabungan Reskrim Polda Babel dan Polres Bangka. Tim Opsnal Polres Bangka dan Tim 2 Subdit 3 Jatanras Polda Babel telah ungkap kasus terjadinya tindak pidana pencurian dengan pemberatan sebagaimana dimaksudkan dalam Pasal 363 Kuhpidana (KUHP)," kata Kapolres Bangka AKBP Aris Sulistyono, Jumat (4/10/2019).

Penjelasan kronologis ungkap kasus ini dibeberkan Kapolres menyusul berita sebelumnya yang dirilis oleh Bangka Pos tentang tewasnya seorang pelaku atas nama Burhani (28), Warga KD Mentok Desa Pugul Kecamatan Riausilip Bangka.

Burhani awalnya diduga mati dianiaya dan ditembak oleh polisi saat penangkapan. Namun kabar tak sedap itu dibantah oleh Kapolres Bangka AKBP Aris Sulistyono. Kapolres memastikan, Buharni meningal dunia karena sakit, Jumat (4/10/2019) pagi, usai disergap petugas.

Kapolres menyebut, ungkap kasus pencurian itu setelah polisi menerima pengaduan pihak pabrik peleburan timah di Sungailiat, masing-masing Smelter PT ACL dan PT RBT.

"Dasar pengungkapan kasus ini yang pertama L Laporan Polisi - LP/ B-1060/Babel/ Res Bangka, Tanggal 06 Agustus 2019 ( Lp. PT. ACL Kenanga). Dasar yang kedua LP/B-1791/Babel/Res.Bangka, Tanggal 15 Desember 2018 (LP PT RBT Sungailiat)," kata Kapolres.

Adapun identitas para pelaku yang berhasil diungkap masing-maisng Tersangka ES (24) Warga kecamatan Riausilip Bangka, RD alias SH (40)Warga Kecamatan Tempilang Babar, SH alias HD (41) Warga Kecamatan Sungailiat Bangka, RS alias R (25) Warga Kecamatan Sungailiat Bangka dan BH alias BUR (Burhani), Warga KD Mentok Pugul Kecamatan Riausilip Bangka, residivis yang meningal setelah ditangkap polisi.

"Kegiatan ini merupakan tindak lanjut LP tentang kasus pencurian di Smelter PT ACL dengan modus menjebol dinding pagar PT ACL, kemudian mengambil pasir timah kering sekitar 800 kg. Atas kejadian tersebut PT ACL mengalami kerugian materil senilai kurang lebih Rp 94.720.000. Sedangkan laporan polisi (LP) untuk pihak PT RBT Tahun 2019 masih menunggu laporan (lanjut)," kata Kapolres.

Karena Sakit

Beredar kabar tak sedap seorang tersangka pelaku pencurian mati dianiaya dan ditembak oleh oknum polisi. Namun kabar ini dibantah langsung oleh Kapolres Bangka AKBP Aris Sulistyono saat jumpa pers pada sejumlah awak media di ruang kerjanya, Jumat (4/10/3019).

Didampingi Wakapolres Bangka Kompol S Sophian, Jumat (4/10/2019), Kapolres menegaskan, tersangka pelaku yang meninggal karena sakit saat pengembangan kasus sedang dilakukan polisi. "Jadi bukan karena mati ditembak atau dianiaya, melainkan karena sakit,"  tegas kapolres.

Suasana jenazah Burhani (28) di ruang mayat RSUD Depati Bahrin Sungailiat Bangka, Jumat (4/10/2019) (Bangkapos.com/Fery Laskari)
Kapolres mengaku, bakal menghadirkan dokter atau tim medis pada jumpa pers pada waktu yang ditentukan nanti. Pihak kedokteran didampingi polisi rencananya bakal merinci penyebab meninggalnya tersangka pelaku atas nama Burhani (28), Warga KD Mentok Pugul Kecamatan Riausilip Bangka.

"Tersangka yang meningal dunia ini merupakan warga Kecamatan Riausilip, residivis pencurian pemberatan (Curat). Ada enam orang yang diamankan, satu di antaranya, yang meninggal karena sakit ini," jelas kapolres membantah isu yang menyebutkan, pelaku bernama Burhani (28), Warga KD Mentok Pugul Riausilip itu mati karena dianiaya dan ditembak polisi.

(Bangkapos.com/Fery Laskari)

Tags
Smelter
Penulis: ferylaskari
Editor: khamelia
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved