Horizzon

Antara Rindu, Buzzer Berbayar dan Kebodohan

Saat terpeleset, media mainstream akan segera menjadi catatan sejarah. Namun jika ia konsisten maka ialah yang akan mencatat dan mengukir sejarah itu

Antara Rindu, Buzzer Berbayar dan Kebodohan
Tim Bangka Pos
Buzzer Hoax Pilpres 

Antara Rindu, Buzzer Berbayar dan Kebodohan

LAGU Gereja Tua milik Panbers terdengar lirih dari komputer kerja di kantor. Entah mengapa lagu tersebut kemudian mengingatkan saya pada seseorang sahabat yang sudah 20 tahun lebih tak berkabar.

Tanpa harus menyebutkan namanya, dia adalah parthner di sebuah organisasi intra kampus yang mana, kala itu saya adalah ketuanya.

Di lembaga tersebut, kami sering diskusi dan melakukan banyak hal. Hingga akhirnya, meski tidak tercatat dalam sejarah, kami dan lembaga tersebut adalah bagian tak terpisahkan dari gerakan reformasi 1998.

Rindu yang membuncah atasnya mengarahkan saya untuk kembali berselancar di media sosial yang sejak beberapa waktu lalu saya mencoba membatasi diri.

Saya mencoba menelusuri jejaknya melalui sejumlah lini jejaring sosial, mulai dari facebook, twitter, instagram dan termasuk iseng-iseng berulangkali mengetik namanya di google.

Zonk! Upaya saya mencari jejak kawan lama ini tak membuahkan hasil. Saya yang sudah lama mengurangi aktivitas di media sosial ini justru menemukan kawan lain di sosial media.

Namun berbeda dengan 20 tahun lalu, sebagian kawan-kawan yang melewati dan ikut menjadi saksi sekaligus pelaku reformasi 98 ini seperti asing bagi saya. Dari postingannya di media sosial, mereka bukan seperti kawan-kawan yang dulu saya kenal.

Sebagai sesama aktivis 98, kami dulu berada di garis oposisi, kami ingat betul bagaimana gerakan kami sempat kehilangan arah begitu Soeharto lengser.

Tercapainya agenda utama yang juga menjadi isu kuat reformasi kala itu rupanya justru membuat kami kehilangan arah.
Dan sejarah mencatat, reformasi hanya melahirkan penumpang-penumpang gelap yang cerdik memanfaatkan situasi dan kemudian ada di lingkaran kekuasaan hingga saat ini.

Halaman
123
Penulis: ibnu Taufik juwariyanto
Editor: ibnu Taufik juwariyanto
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved