Mantan ABK Ini Beberkan Cara kerja Trawl Hingga Harus Jual hasil Tangkapan ke Pengepul

Sekilas kapal trawl bak kapal kapal nelayan tradisional pada umumnya. Namun tak banyak yang tahu jika alat tangkap trawl (Pukat Harimau)

Mantan ABK Ini Beberkan Cara kerja Trawl Hingga Harus Jual hasil Tangkapan ke Pengepul
Antoni Ramli
Kapal trawl (Pukat Harimau) bak momok menakutkan bagi nelayan. Khususnya nelayan tradisional di Kabupaten Bangka Barat. 

Mantan ABK Ini Beberkan Cara kerja Trawl Hingga Harus Jual hasil Tangkapan ke Pengepul

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Sekilas kapal trawl bak kapal kapal nelayan tradisional pada umumnya. Namun tak banyak yang tahu jika alat tangkap trawl (Pukat Harimau) bisa menjaring apa saja yang ada di dasar laut.

Mulai dari biota laut, terumbu karang hingga bubu yang dipasang nelayan tradisional.

Minggu (6/10/2019), harian ini menyambangi sejumlah kelompok nelayan di kawasan Muntok.

Saat asik berbincang, harian ini disambangi satu dari puluhan nelayan tradisional.

Pria tersebut mengaku bekas Anak Buah Kapal (ABK) kapal Trawl.

Dengan gamblang ia menceritakan cara kerja trawl. Namun sebelum bercerita ia minta identitasnya dirahasiakan.

Tak ada kompromi saat jaring trawl bekerja. Mulai dari cumi seukuran kelingking, ikan bilis, hingga ikan ikan besar lainnya turut terjaring.

Begitu juga dengan bubu serta jaring yang ditebar nelayan, tak jarang rusak dan hilang tersapu jaring trawl.

Hasil tangkapan tersebut kemudian disortir sebelum masuk ke boks piber.

"Pokoknya semua masuk. Mulai dari anak cumi, bilis semua habis. Nanti di sortir pakai monitor, jadi anak cumi dan ikan ikan kecil yang mati tadi dibuang lagi kelaut tidak diambil. Bahkan dulu kami pernah masang bubu hingga seratus sekali diangkat tinggal delapan biji," ujar Pria bertubuh gempal tersebut, seraya menujukkan jari kelingkingnya, Minggu (6/10/2019)

Pria yang sempat bekerja sebagai ABK trawl kapal Sungsang tersebut, menyebut di kota Muntok, ada beberapa nama pengepul ikan hasil tangkapan kapal trawl.

"Setahu saya kalau di Muntok ini ada tiga orang. Bahkan zaman saya dulu kalau tidak jual ke mereka bisa ditangkap," kenangnya.

Penulis: Antoni Ramli
Editor: Evan
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved