Bandung Kota Termacet di Dunia, Kalahkan Jakarta dan Surabaya, Pemkot Bandung Tidak Terima

Berdasarkan hasil survei versi Bank Pembangunan Asia ( Asian Development Bank/ADB), tingkat kemacetan di Kota Bandung

Bandung Kota Termacet di Dunia, Kalahkan Jakarta dan Surabaya, Pemkot Bandung Tidak Terima
Tribun Jabar/Cipta Permana
Suasana kemacetan yang terjadi di ruas simpang Jalan Gatot Subroto - Laswi, Kota Bandung, Jumat (4/10/2019). 

Bandung Kota Termacet di Dunia, Kalahkan Jakarta dan Surabaya, Pemkot Bandung Tidak Terima

BANGKAPOS.COM - Berdasarkan hasil survei versi Bank Pembangunan Asia ( Asian Development Bank/ADB), tingkat kemacetan di Kota Bandung melebihi kota besar lainnya, seperti Jakarta dan Surabaya.

Bahkan, dalam rilis survei Update of the Asian Development Outlook edisi September 2019, dari 24 kota termacet, Kota Bandung menduduki peringkat ke-14; Jakarta, 17; dan Surabaya, 20.

ADB pun menyebutkan, dari 278 kota di dunia yang diteliti, rata-rata tingkat kemacetan seluruh kota mencapai 1,24, yang artinya masyarakat memerlukan waktu 24 persen lebih banyak untuk melakukan perjalanan di jam sibuk.

Kemacetan bisa lebih parah di kota-kota besar, dengan rata-rata mencapai 1,51 untuk 24 kota terbesar dengan populasi di atas 5 juta penduduk.

Studi ini mengukur ongkos kemacetan dengan memfokuskan pada waktu yang hilang dalam perjalanan seseorang.

Kemudian biaya operasional kendaraan dan juga tingkat polusi udara. Informasi tambahan juga dikumpulkan melalui data perjalanan yang diproyeksikan Google Maps.

Bupati Lampung Utara Ditangkap KPK, Warga Ramai-ramai Merekam

Top skor Liga Inggris : Sergio Aguero Teratas, ada Mohamed Salah, Raheem Sterling, Jamie Vardy

Kronologi Ibu Muda Dibekap, Dipeluk Teman Suaminya, Lalu Berhasil Kabur dengan Cara Ini

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bandung, EM Ricky Gustiadi menolak hasil survei tersebut, kebab tidak sesuai dengan fakta yang terjadi.

Terlebih menurutnya, kota besar lainnya, seperti DI Yogyakarta memiliki tingkat pembangunan infrastuktur yang lebih masif, salah satunya proyek underpass, sehingga berdampak pula pada tingkat kemacetan di wilayah tersebut.

"Indikator mereka itu apa, biasanya kan waktu tundaan karena antrean panjang, kecepatan rata-rata waktu tempuh, efisiensi konsumsi bahan bakar dan emisi gas buang polutan kendaraan bermotor berupa karbon monoksida, nah ini indikatornya apa bisa membandingkan dengan Jakarta, saya juga bingung jadinya," ujarnya melalui telepon, Jumat (4/10/2019).

Halaman
12
Editor: Evan
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved