Kriminalitas

Penadah Ngaku Handphone Hasil Curian Dihadapan Polsek Pemali

Penangkapan residivis pencurian berinisial DY (30), Warga Lingkungan Nelayan I Sungailiat Bangka, bermula adanya laporan korban

Penadah Ngaku Handphone Hasil Curian Dihadapan Polsek Pemali
IST
JUMPA PERS--Tersangka DY (30), mengenakan baju tahanan warna orange nomor 10, dikawal oleh Kapolsek Pemali Ipda AF Pulungan dan Anggota Polsek Pemali, saat jumpa pers, Senin (7/10/2019). 

BANGKAPOS.COM, BANGKA-- Penangkapan residivis pencurian berinisial DY (30), Warga Lingkungan Nelayan I Sungailiat Bangka, bermula adanya laporan korban yang menyebutkan rumahnya kebobolan maling di Desa Karyamakmur Kecamatan Pemali Bangka, sembilan bulan silam. Sejak itulah, Tim Polsek Pemali melakukan penyelidikan berbuntut diamankannya DY (30), atas tuduhan penadah hasil curian.

Sementara pelaku utama pencurian di rumah korban, yaitu Tersangka CH alias FR, ternyata sudah lebih dulu mendekam di Rutan Muntok Bangka Barat. CH alias FR, sebelumnya ditangkap pihak kepolisian di Bangka Barat dalam kasus berbeda.

Berikut penjelasan Kapolres Bangka AKBP Aris Sulistyono didampingi Kapolsek Pemali Ipda AF Pulungan kepada Bangka Pos, Senin (7/10/2019).

"Bermula ada kejadian pencurian pada Hari Minggu Tanggal 13 Januari 2019 sekira Pukul 04.00 WIB hingga 04.30 WIB di rumah korban pelapor di Jalan Karimata Desa Karyamakmur Kecamatan Pemali Bangka," kata Kapolres, Senin (7/10/2019).

Saat itu korban pelapor, ES (43) menyebutkan, ketika rumahnya dibobol maling, ia dan istri sedang keluar rumah. Diduga pelaku berinisial CHb alias FR masuk melalui pintu depan ruang tamu karena memang tidak dikunci karena anak pelapor sedang tidur di dalam rumah.

Pelaku CH alias FR masuk ke dalam kamar dan mengambil handphone merek OPPO tipe A37 warna emas dan handphone merek Xiaomi 6A warna grey. Setelah itu pelaku melarikan diri dan korban melapor ke Polsek Pemali Bangka agar polisi mengungkap siapa pelakunya.

Sayang, penyelidikan yang dilakukan polisi saat itu tak langsung membuahkan hasil. Hingga sekitar sembilan bulan kemudian, Tim Reskrim Intel Polsek Pemali mencurigai seorang berinisial NR yang berdomisil di Lingkungan Nelayan II Sungailiat Bangka. NR diketahui memiliki satu unit handphone merek Oppo, persis handphone yang dilaporkan hilang oleh korban.

"Tim mendapat informan ada laki laki yang bernama inisial NR tinggal di sekitar Lingkungan Nelayan II membeli handphone diduga hasil curian dari seorang lainnya yaitu inisial DY yang berstatus residivis (mantan narapidana)," kata Kapolsek.

Penyelidikan lebih lanjut dilakukan dan polisi meminta NR memperjelas asal-usul handphone yang dimaksud. Pada hari Jum'at Tanggal 4 Oktober 2019 sekitar Pukul 23.30 WIB, Tim berangkat menuju Lingkungan Nelayan II guna mengintrogasi warga berinisial NR tadi, termasuk menyita handphone tersebut.

"Kemudian tim melakukan introgasi terhadap Saudara NR. Hasil introgasi diketahui bahwa Saudara NR rupanya mendapatkan handphone tersebut dengan cara membelinya dari Tersangka DY (Tersangka Penadah) yang beralamat di Gg Bubu Sungailiat. Handphone dibeli NR dari Tersangka DY seharga Rp 550.000," kata Kapolres.

Halaman
12
Penulis: ferylaskari
Editor: khamelia
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved