Berita Bangka Barat

Polres Bangka Barat Bidik indikasi Pelanggaran Pengadaan Oksigen Konsentrator RSUD Sejiran Setason

Indikasi pelanggaran pengadaan Oksigen Konsentrator di RSUD Sejiran Setason tahun 2018 lalu, dibidik jajaran Reskrim Polres Bangka Barat.

Polres Bangka Barat Bidik indikasi Pelanggaran Pengadaan Oksigen Konsentrator RSUD Sejiran Setason
Dokumen Bangka Pos
Gedung rawat inap kelas tiga RSUD Sejiran Setason Bangka Barat (9/2/2015). 

BANGKAPOS.COM, BANGKA - Indikasi pelanggaran pengadaan Oksigen Konsentrator di RSUD Sejiran Setason tahun 2018 lalu dibidik jajaran Reskrim Polres Bangka Barat.

Tak hanya Polres namun juga jadi temuan Badan Pemeriksaan Keuangan (BPK). Bahkan sejumlah saksi dan pihak-pihak terkait telah diperiksa jajaran Polres Bangka Barat.

Termasuk mantan PPK rutin pengadaan oksigen Konsentrator senilai ratusan juta tersebut.

Demikian diungkapkan mantan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) rutin, pengadaan oksigen konsentrator di RSUD Sejiran Setason tersebut, Armus.

Armus mengaku, jika dirinya sempat dipanggil penyidik Reskrim Polres Bangka Barat dan BPK terkait temuan pengadaan oksigen konsentrator RSUD Sejiran Setason

Senada dengan pernyataan Armus sebelumnya yang menyebut dirinya hanya sebagai PPK rutin.

"Kemarin dipanggil Polres, saya sampaikan juga begitu kalau saya hanya PPK rutin. Ditanya BPK dan Inspektorat juga saya jawab begitu. Sebetulnya yang lebih tahu A sampai Z itu PPK pengadaan, cuma saya tidak tahu siapa," beber Armus, Senin (7/10/2019)

Sementara Kasat reskrim Polres Bangka Barat, AKP Rais Muin membenarkan jika pihaknya telah meminta keterangan beberapa saksi terkait pengadaan Oksigen Konsentrator di RSUD Sejiran Setason.

Menurut Rais Muin, ada dua objek Badan Layanan Umum Daerah (BLUD), yang ditangani pihaknya, yakni tahun 2017 dan 2018.  Kedua objek perkara tersebut terus begulir.

Namun pihaknya belum bisa menjelaskan secara detail perkembangan penyelidikan kasus tersebut karena terbentur aturan. Termasuk pihak pihak yang telah dimintai keterangan.

"Kemarin kami telah mengundang beberapa orang untuk dimintai keterangan terkait pengadaan oksigen Konsentrator BLUD tahun 2017 dan 2018. Cuma untuk kasus korupsi ini kami belum bisa menyampaikan hal detail, kecuali sudah P21 nanti," ujar Rais Muin, mewakili Kapolres AKBP M adenan, Senin (7/10/2019)

(bangkapos.com/Anthoni Ramli)

Penulis: Antoni Ramli
Editor: Ardhina Trisila Sakti
Sumber: bangkapos
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved