Kriminalitas

Sepasang Sejoli Aborsi Bayi di Sungailiat, Begini Nasib Mereka Sekarang

Kisah pengakuan Lukri (30) dan Sonia (30), pasangan bukan muhrim yang nekad mengaborsi janin mereka, bakal segera berakhir.

Sepasang Sejoli Aborsi Bayi di Sungailiat, Begini Nasib Mereka Sekarang
(ferylaskari)
Tim Identifikasi Satreskrim Polres Bangka dan Polsek Sungailiat mengamankan jasad orok yang diaborsi oleh pasangan sejoli, Lukri dan Sonia, beberapa waktu lalu di Lingkungan Nelayan Sungailiat Bangka 

BANGKAPOS.COM, BANGKA-- Kisah pengakuan Lukri (30) dan Sonia (30), pasangan bukan muhrim yang nekad mengaborsi janin mereka, bakal segera berakhir. Jaksa akan menuntut keduanya dan hakim segera menjatuhkan pidana pada sepasang sejoli ini. Kepastian itu diutarakan Ketua Pengadilan Negeri (PN) Sungailiat, Fatimah diwakili Humas PN, R Narendra Mohni kepada Bangka Pos, Senin (7/10/2019).

"Terdakwa Sonia dan Terdakwa Lukri sudah menjalin beberapa kali rangkaian sidang.  Rencananya mereka bakal dituntut oleh Jaksa Penuntut Umum Kejari Bangka pada Tanggal 8 Oktober 2019," kata Humas PN Sungailiat, R Narendra Mohni.

Proses sidang dipastikan Narendra mulai bergulir beberapa pekan silam di PN Sungailiat. Agenda sidang dimulai pembacaan surat dakwaan oleh jaksa penuntut umum dan dilanjutkan pemeriksaan para saksi. Sidang perkara asusila berbuntut aksi menggugurkan janin yang sudah berbentuk orok tersebut, berjalan lancar.

Pada sidang pekan lalu kata Narendra, pengakuan jujur sudah diutarakan oleh Terdakwa Lukri dan Terdakwa Sonia. Kedua terdakwa mengakui kesalahan mereka dan mengaku menyesali perbutaan.

"Para terdakwa telah mengaku perbuatannya," tegas Narendra.

Sehingga berikutnya Jaksa Penuntut Umum Kejari Bangka mengagendakan pembacaan surat tuntutan pada sidang, besok, Selasa (8/10/2019). Setelah sidang tuntutan jadwal dilanjutkan pembelaan atau pledoi oleh para terdakwa atau penasihat hukum dan setelah itu vonis atau putusan hakim. 

"Rencana tuntutan oleh penuntut umum Tanggal 8 ini.Tergantung jaksanya,  besok (Selasa), apakah sudah siap dengan tuntutan atau belum. Yang jelas setelah tuntutan, para terdakwa akan kita berikan hak untuk ajukan pembelaan atau pledoi, sebelum majelis hakim menjatuhkan putusan," tegas Narendra memastikan, hingga saat ini kedua terdakwa masih dititipkan di Lapas Bukitsemut Sungailiat Bangka.

Pada edisi sebelumnya disebutkan, kedok ibu dan ayah bayi, pelaku aborsi ini terbongkar karena polisi menemukan jejak di sekitar lokasi kejadian.

Tetes gumpalan darah yang masih menempel di ujung pipa saluran pembuangan kamar mandi menjadi satu di antara sekian petunjuk ungkap kasus pembuangan orok tak berdosa itu. Hasil penyelidikan dan olah tempat kejadian perkara (Olah TKP) tentu saja kuncinya.

Berawal saat, Selasa (28/5/2019) sekitar Pukul 08.00 WIB, Ny Murni (60), Warga Lingkungan Nelayan II Sungailiat Bangka bermaksud membersihkan saluran got di sekitar belakang rumahnya.

Ny Murni kaget saat melihat segumpal daging yang sudah berbentuk anak manusia masih berdarah dan memiliki ari-ari tergeletak di saluran got air comberan tersebut. Ny Murni kemudian memanggil anaknya, Susi (30), yang kemudian memanggil sejumlah warga. Tak lama kemudian polisi datang ke lokasi kejadian.

Tim identifikasi Polres Bangka dan Tim Unit Reskrim Polsek Sungailiat memeriksa orok yang sudah tak bernyawa itu. Sekitar lokasi ditelusuri hingga akhirnya polisi menemukan jejak berupa sisa tetesan gumpal darah terakhir pada ujung pipa pembuangan air kamar mandi pada sebuah rumah, dekat rumah Ny Murni. 

Polisi kemudian meminta data pada Ketua RT seputar pemilik kamar mandi atau si penghuninl rumah itu. Ternyata di rumah yang dicurigai, terdapat seorang perempuan yang belum menikah, berinisial SN (Sonia). Orangtua SN awalnya tak percaya, orok malang itu darah daging yang keluar dari rahim anak perempuannya, Sonia (30). 

Sonia tak bisa mengelak, apalagi pemeriksaan medis menguatkan bahwa memang dia lah ibu sang bayi. Tak mau mendekam di penjara sendiri, Sonia pun 'beryanyi' bahwa Lukri lah bapak bayi itu dan turut terlibat saat aborsi.

(Bangkapos/Ferylaskari).

Penulis: ferylaskari
Editor: khamelia
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved