Kriminalitas

Terciduk OTT Korupsi Dua Mega Proyek, KPK Temukan Uang Rp 200 Juta Dikamar Bupati Lampung Utara

Kali ini KPK menetapkan Bupati Lampung Utara, Agung Ilmu Mangkunegara sebagai tersangka penerima suap dari dua proyek pembangunan.

Terciduk OTT Korupsi Dua Mega Proyek, KPK Temukan Uang Rp 200 Juta Dikamar Bupati Lampung Utara
Tribun Lampung
Agung Ilmu Mangkunegara, Bupati Lampung Utara. 

BANGKAPOS.COM-- Kembali Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menangkap kepala daerah yang terlibat korupsi. Kali ini KPK menetapkan Bupati Lampung Utara, Agung Ilmu Mangkunegara sebagai tersangka penerima suap dari dua proyek pembangunan.

Pertama, Agung menerima suap terkait pembangunan  tiga pasar di Dinas Perdangan.

Kedua, ia menerima suap terkait proyek di Dinas PUPR.

"Setelah melakukan pemeriksaan, dilanjutkan dengan gelar perkara, dalam batas waktu 24 jam sebagaimana diatur dalam KUHAP KPK menyimpulkan adanya dugaan tindak pidana korupsi menerima hadiah atau terkait proyek di Dinas PUPR dan Dinas Perdagangan di Kabupaten Lampung Utara," jelas Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Senin (7/10/2019) malam.

Selain Agung, KPK pun menetapkan 3 orang lainnya sebagai tersangka peneremia suap, yakni orang kepercayaan Agung, Raden Syahril,Kepala Dinas PUPR Kabupaten Lampung Utara, Syahbuddin, dan Kepala Dinas Perdagangan Kabupaten Lampung Utara, Wan Hendri.

Sementara sebagai pemberi suap, KPK menetapkan dua pihak swasta masing-masing bernama Chandra Safari dan Hendra Wijaya Saleh.

Untuk konstruksi perkara suap di Dinas Perdagangan, Basaria menjelaskan diduga penyerahan uang kepada Agung dilakukan Hendra pada Wan Hendri melalui Raden.

"HWS menyerahkan uang Rp 300 juta kepada WHN, dan kemudian WHN menyerahkan uang Rp240 juta pada RSY. Sejumlah Rp60 juta masih berada di WHN," kata Basaria.

Dalam operasi tangkap tangan (OTT) ini, lanjut Basaria, KPK menemukan barang bukti uang Rp 200 juta sudah diserahkan kepada Agung dan kemudian diamankan dari kamar Agung.

Uang tersebut diduga terkait dengan 3 proyek di Dinas Perdagangan, yaitu pembangunan pasar tradisional Desa Comook Sinar Jaya Kecamatan Muara Sungkai senilai Rp1,073 miliar, pembangunan pasar tradisional Desa Karangsari Kecamatan Muara Sungkai senilai Rp1,3 miliar, serta konstruksi fisik pembangunan pasar rakyat tata karya (DAK) senilai Rp 3,6 miliar.

Sementara terkait proyek di Dinas PUPR, kata Basaria, KPK menemukan uang di mobil dan rumah Raden sejumlah total Rp 440 juta.

Halaman
12
Editor: nurhayati
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved