Breaking News:

Kriminalitas

Cabuli Ponakan yang Masih Bocah, Bujang Pasrah Divonis Majelis Hakim Tujuh Tahun Penjara

Cabuli Ponakan yang Masih Bocah, Bujang Pasrah Divonis Majelis Hakim Tujuh Tahun Penjara

Penulis: Fery Laskari | Editor: nurhayati
Bangkapos.com/Fery Laskari
Kacabjari Belinyu, Dede MY 

BANGKAPOS.COM, BANGKA-- Albani alias Bujang (37), terdakwa pencabulan bocah perempuan usia tujuh tahun yang  merupakan keponakannya sendiri akhirnya divonis Majelis Hakim Pengadilan Negeri Sungailiat, selama tujuh tahun penjara.

Putusan Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Sungailiat, Selasa (8/10/2019) sebanding dengan  tuntutan Jaksa Penuntut Umum Cabjari Belinyu, pekan sebelumnya.

"Mengadili, menjatuhkan pidana berupa kurungan penjara selama tujuh tahun, dikurangi masa tahanan yang sudah dilalui sebelumnya oleh terdakwa Albani alias Bujang, perintah tetap ditahan," kata Ketua Majelis Hakim PN Sungailiat, Benny Yoga Dharma didampingi Anggota Majelis Hakim, Derit Werdaningsih dan Enro W, saat sidang putusan di PN Sungailiat, Rabu (8/10/2019).

Majelis hakim yakin perbuatan Terdakwa Albani alias Bujang melanggar hukum, sebagaimana diatur dan diancam Pasal 82 Ayat 1 dan Ayat 2 Undang-Undang (UU) RI, Nomor 17 Tahun 2016 tentang penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti UU Nomor 1 Tahun 2016 tentang perubahan kedua UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang perlindungan anak menjadi undang-undang.

 "Jo (Juncto) Pasal 76E UU RI Nomor 35 Tahun 2014 tentang perubahan atas UU RI Nomor 23 Tahun 2002 tentang perlindungan anak dalam dakwaan primair penuntut umum," kata Ketua Majelis Hakim, Benny Yoga Dharma seraya menyatakan terdakwa diharuskan membayar denda Rp 800 Juta subsider tiga bulan kurungan.

Putusan ini diterima oleh Terdakwa Albani alias Bujang dan juga Jaksa Penuntut Umum (JPU) Cabjari Belinyu, Dede MY.

Keduanya menyatakan, tidak melakukan upaya banding sehingga putusan dianggap memiliki kekuatan hukum tetap atau inkrah. "Saya terima pak," kata Albani, pasrah saat diberi kesempatan menyatakan sikap oleh hakim, usai pembacaan putusan di ruang sidang.

Kepala Cabang Kejaksaan Negeri (Kacabjari) Belinyu yang juga merangkap JPU perkara ini, Dede MY dikonfirmasi Bangka Pos usai sidang, Selasa (8/10/2019) mengakui putusan hakim sebanding tuntutan jaksa.

Menurut Dede, pidana yang dijatuhkan penuh rasa keadilan sesuai fakta karena terdakwa asal Kecamatan Belinyu Bangka yang dimaksud dianggap terbukti mencabuli bocah perempuan usia tujuh tahun yang tak lain adalah keponakannya sendiri.

"Putusan majelis hakim hari ini sama dengan tuntutan kita (JPU) pada sidang pekan sebelumnya, yaitu pidana penjara tujuh tahun dan denda Rp 800 Juta subsider tiga bulan kurungan," tegas Dede.(Bangkapos.com/Fery Laskari)

Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved