Dinas Pangan Bangka Ajak Warga Kurangi Konsumsi Nasi

Dinas Pangan Kabupaten Bangka terus mengajak warga di Bangka untuk mengurangi mengkonsumsi nasi

Dinas Pangan Bangka Ajak Warga Kurangi Konsumsi Nasi
bangkapos.com/riki pratama
Kepala Dinas Pangan, Kabupaten Bangka, Elius Gani, menunjukkan Obor Pangan Lestari (Opal) atau kegiatan pemanfaatan lahan pekarangan di kantor Dinas Pangan, pada Selasa (8/10/2019). 

Dinas Pangan Bangka Ajak Warga Kurangi Konsumsi Nasi

BANGKAPOS.COM -- Dinas Pangan Kabupaten Bangka terus mengajak warga di Bangka untuk mengurangi mengkonsumsi nasi.

Menurutnya perlu ada makanan pendamping lainya disantap setiap hari, sebagai pengganti nasi.

Kepala Dinas Pangan, Kabupaten Bangka, Elius Gani, mengatakan mereka mensosialisaikan bukan melarang masyarakat makan untuk makan nasi tetapi perlu ada konsumsi lainya, pada waktu pagi, siang dan malam hari, jangan seterusnya makan nasi, karena mengandung kadar gula yang tinggi.

"Kalau intinya jangan konsumsi nasi setiap hari, jadi harus beragam penganti selain nasi, kita tidak menghapuskan atau melarang makan nasi, tetapi misalnya pagi sarapan itu baiknya makan bahan olahan pangan lokal seperti, ubi kayu, bijur, dan talas, itu bisa saja jangan pagi siang dan malamnya makan nasi,"ungkap Elius Gani kepada wartawan, Selasa (8/10/2019).

Ia menambahkan kebiasan memakan nasi menyebabkan tingginya penderita diabetes di Kabupaten Bangka, sehingga perlu diketahui oleh masyarakat banyak.

"Karena kita dalam satu hari kalori bisa mencapai 2.400 perhari, artinya kalau kebiasaan pagi nasi, siang, malam makan nasi, maka akan lebih dari 2.400 kalori, kalau kelebihan, karbon hidrat menjadi gula orang Indonesia banyak penyakit diabetes, karena mengkonsumsi karbohidrat ditambah kurang gerak, maka akan numpuk menjadi gula tinggi," jelasnya.

Ia menambahkan dari pola makan masyarakat, yang menyebabkan tingginya konsumsi nasi di Bangka dibandingkan dengan konsumsi sayur dan buah-buahan.

"Dari pola pangan masyarakat Bangka pola konsumsi harian kita, kelebihan karbohidrat, lebih protein, kurang konsumsi sayur dan buah sehingga program Dinas Pangan pemanfaatan lahan pekarangan ,tujuanya agar tadi sebagai sumber pangan dan sumber gizi untuk menanam buah serta sayuran,"lanjutnya.

Elius, mengatakan pihaknya ingin berupaya meningkatkan konsumsi sayur dan buah-buahan di Kabupaten Bangka, yang membuat hidup sehat dengan mengkonsumsi sayuran dan buah-buahan.

"Di Bangka kita terus meningkatkan konsumsi sayur-sayuran dan buah sebenarnya merubah pola itu tugas kita di dinas pangan, kebiasaan yang cuman makan nasi dan ikan cukup, faktor kebiasan, namun lihat di daerah lain banyak kelebihan makan sayur dan buah, di daerah jawa, kalau tidak ada sayur belum makan itu beda kita kebiasanya,"lanjutnya.

Ia menambahkan, dengan kebiasan konsumsi nasi yang berlebihan akan berdampak pada kesehatan, sehingga peran orang tua atau ibu rumah tangga diperlukan dalam menyajikan makanan bergizi.

"Kita melalui sekolah-sekolah datangi dari anak SD kemudian kelompok wanita tani di Kabupaten Bangka kita punya ahli gizi untuk mensosialisasikan pentingnya menu beragam bergizi seimbang dan aman,"tukasnya.

(Bangkapos/Riki Pratama)

Penulis: Riki Pratama
Editor: Evan
Sumber: bangkapos.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved